ekonomi

Jepang Butuh 40.000 Pekerja dari Indonesia, Terima Gaji Segini Tiap Bulan

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 20:44 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Jepang membutuhkan 40.000 tenaga kerja dari Indonesia dari berbagai sektor.  Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanegara menyampaikan, saat ini Indonesia baru mengirimkan 25.000 tenaga kerja.

Puluhan ribu tenaga kerja dari Indonesia tersebut bergerak di bidang pertanian, kelautan, perawatan dan konstruksi. 

Menurut keterangan Menteri Transmigrasi, tenaga kerja Indonesia di Jepang mendapat gaji sekitar Rp 25 juta hingga Rp 55 juta dalam sebulan. 

"Dan yang lebih menarik dan membahagiakan kita saat ini adalah bahwa ternyata mereka, masyarakat Jepang sangat nge-value (menilai) tenaga kerja di Indonesia karena keramahtamahannya, hospitality-nya," ujar Iftitah, dilansir dari Kompas.com, Kamis (2/10/2025). 

Bahkan, tenaga kerja dari Indonesia dianggap nomor satu dibanding negara lain. 

Sehubungan dengan kebutuhan tenaga kerja ini, pemerintah Indonesia dan Jepang akan bekerja sama memberikan pelatihan untuk membangun daerah transmigrasinya. 

Dengan demikian, para pencari kerja bisa menjadikan hal ini sebagai kesempatan mendapat peluang berkarier di Negeri Sakura. 

Sebelum mencari tahu kesempatan bekerja di Jepang, perlu mengetahui berapa biaya hidup dan perbandingannya dengan Indonesia.

Lantas, berapa biaya hidup di Jepang dan bagaimana perbandingannya dengan di Indonesia? Bagaimana rincian kebutuhan jika hidup di Jepang? Biaya hidup di Jepang vs Indonesia

Dilansir dari Numbeo, seperti dirilis kompas.com, perkiraan biaya hidup satu orang di Jepang dalam sebulan rata-rata sebesar 134.533 yen Jepang atau Rp 15.241.000 tanpa sewa rumah.

Sementara untuk keluarga yang terdiri dari 4 orang, biaya hidupnya rata-rata 475.691 yen Jepang atau Rp 53.862.000 tanpa sewa rumah. 

Rata-rata gaji orang Jepang sendiri sebesar 310.616 yen Jepang atau Rp 35.190.000 per bulan.  Jika dibandingkan dengan Indonesia, biaya hidup di Jepang 98,7 persen lebih tinggi. 

Di Indonesia sendiri, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa orang Indonesia rata-rata menghabiskan Rp 751.789 untuk makanan dan non-makanan sebesar Rp 1.500.556 per bulan pada tahun 2024. 

Biaya hidup di Jepang cukup tinggi, terutama untuk makan, transportasi, tagihan bulanan, dan sewa hunian. 

Berikut rincian rata-rata biaya hidup di Jepang: 
Makanan dan bahan pokok:
Makan di restoran murah: 1.000 yen Jepang atau sekitar Rp 113.000.
Makan di restoran menengah berdua: 5.500 yen Jepang atau sekitar Rp 623.000.
McMeal (McDonald’s): 750 yen Jepang atau sekitar Rp 85.000.
Daging sapi (1 kg): 2.843 yen Jepang atau sekitar Rp 322.000.
Apel (1 kg): 762 yen Jepang atau sekitar Rp 86.300.
Susu (1 liter): 223 yen Jepang atau sekitar Rp 25.200.
Cappucino: 479 yen Jepang atau sekitar Rp54.000 per gelas.

Transportasi:
Tiket sekali jalan: 220 yen Jepang atau sekitar Rp 24.900.
Tiket bulanan: 8.638 yen Jepang atau sekitar Rp 979.000.
Tarif taksi minimal: 600 yen Jepang atau sekitar Rp 68.000.
Bensin (1 liter): 174 yen Jepang atau sekitar Rp19.700.

Tagihan bulanan:
Biaya listrik, air, pengelolaan sampah (apartemen standar seluas 85 persegi): 25.414 yen Jepang atau sekitar Rp 2,88 juta.
Internet unlimited: 5.126 yen Jepang atau sekitar Rp 581.000.
Paket data dan telepon (10GB ke atas): 3.883 yen Jepang atau Rp 439.700. 

Pendidikan anak:
TK swasta per bulan: 48.306 yen Jepang atau sekitar Rp 5,47 juta.
SD internasional per tahun: 1.962.158 yen Jepang atau sekitar Rp 222 juta. 

Pakaian dan sepatu:
Jeans Levi’s: 7.064 yen Jepang atau sekitar Rp 800.000.
Sepatu Nike: 9.081 yen Jepang atau sekitar Rp 1,03 juta. 
Sepatu kulit pria: 12.886 yen Jepang atau sekitar Rp 1,46 juta.

Hunian:
Apartemen 1 kamar di pusat kota: 87.131 yen Jepang atau sekitar Rp 9,87 juta per bulan.
Apartemen 1 kamar di pinggiran: 59.517 yen Jepang atau sekitar Rp 6,73 juta per bulan.
Apartemen 3 kamar di pusat kota: 193.054 yen Jepang atau sekitar Rp 21,88 juta per bulan.
Harga beli apartemen di pusat kota: 899.914 yen Jepang atau sekitar Rp 101,9 juta per meter persegi.

Perbandingan biaya hidup dengan gaji
Rata-rata gaji bersih di Jepang tercatat sekitar 310.616 yen Jepang atau Rp 35,2 juta per bulan. 

Angka ini sebanding dengan besarnya biaya hidup, sehingga seorang pekerja lokal dengan gaji tersebut masih harus mengatur pengeluaran secara cermat, terutama jika tinggal di kota besar.

Kemudian bagi tenaga kerja Indonesia, kisaran gaji yang disebutkan Menteri Iftitah antara Rp 25 juta hingga Rp 55 juta per bulan, tergantung sektor dan lokasi kerja. 

Dengan biaya hidup yang tinggi, seseorang dengan gaji Rp 25 juta kemungkinan besar akan menghadapi keterbatasan jika menetap di kota besar dengan standar apartemen pusat kota. 

Sebaliknya, mereka yang memperoleh gaji mendekati Rp 55 juta per bulan relatif lebih longgar untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, termasuk sewa hunian dan pendidikan anak.***

Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB