ekonomi

BBM SPBU Swasta Berisiko Kosong hingga Akhir Tahun

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 07:32 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut ada risiko stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta kosong hingga akhir tahun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa pemerintah telah memfasilitasi badan usaha swasta untuk dapat memasok base fuel atau bahan bakar minyak (BBM) murni dari Pertamina.

Transaksi itu akan dilanjutkan melalui pembahasan business to business (B2B) antara badan usaha swasta dan Pertamina. Namun, jika tidak tercapai kesepakatan, maka stok BBM di SPBU swasta berpotensi terus kosong. 

"Ya ini pilihan, maksudnya mau kosong sampai akhir tahun atau mau ada yang disepakati, seperti itu," ujar Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/10/2025), dilansir kompas.com

Diketahui, SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo mengalami kekurangan stok BBM sejak akhir Agustus 2025 lalu. Kondisi ini terjadi seiring habisnya kuota impor BBM badan usaha swasta di 2025 yang sebanyak 110 persen.

Kementerian ESDM pun tidak memberikan tambahan kuota impor, melainkan mengarahkan badan usaha swasta untuk memasok BBM dari Pertamina, yang masih memiliki sisa kuota impor.

Namun, hingga saat ini, belum tercapai kesepakatan dari badan usaha swasta untuk membeli base fuel dari Pertamina. Padahal, perusahaan migas pelat merah ini telah mengimpor 100.000 barrel base fuel untuk kebutuhan SPBU swasta.

Badan usaha swasta menyoroti base fuel Pertamina yang mengandung etanol 3,5 persen. Meski kandungannya relatif kecil, keberadaan etanol tersebut tetap menjadi alasan badan usaha swasta belum berminat memasok BBM dari Pertamina.

Laode mengatakan, kandungan etanol dalam BBM pada dasarnya merupakan praktik yang umum di internasional.

Menurutnya, penggunaan etanol tidak akan mengganggu performa mesin kendaraan. "Etanol itu di internasional sudah banyak yang pakai. Jadi tidak mengganggu performa, bahkan bagus dengan menggunakan etanol itu," ucapnya.

Ia mencontohkan, seperti Brasil yang telah menerapkan campuran etanol hingga 20 persen pada bensin secara nasional. Selain itu, BBM yang dijual Shell di Amerika Serikat juga mengandung etanol.

"Kalau di Amerika saja Shell juga sudah pakai etanol. Di Amerika sendiri mereka bensinnya pakai etanol. Saya bisa kasih lihat bukti-bukti itu," kata Laode.

Lebih lanjut, terkait 100.000 barrel base fuel yang sudah diimpor Pertamina, Laode bilang, jika tak ada badan usaha swasta yang membelinya, maka akan digunakan oleh Pertamina sendiri.

"Kalau base fuel tetap terpakai ya. Makanya kan disampaikan bahwa kelangkaan itu tidak akan terjadi. Kenapa? karena kan sebenarnya ada (stok BBM), cuma yang satunya maunya yang tadi, yang satunya yang sudah ada di Pertamina. Kalau Pertamina itu enggak akan kehabisan," ucapnya.***

Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB