ekonomi

Dukung Ketahanan Energi Nasional, PLN Jamin Keandalan Listrik WK Rokan

Minggu, 28 September 2025 | 15:41 WIB
Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJB TL) antara PLN, PHR, dan PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) di Jakarta, pada Jumat, 26 September 2025. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM — PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik untuk Wilayah Kerja (WK) Rokan di Riau yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan produksi minyak di salah satu ladang terbesar di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJB TL) antara PLN, PHR, dan PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) di Jakarta, pada Jumat, 26 September 2025.

WK Rokan selama ini menjadi tulang punggung produksi minyak nasional. Keandalan listrik di wilayah kerja itu dipandang krusial untuk memastikan kegiatan produksi berjalan tanpa hambatan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut kolaborasi PLN dan PHR akan berdampak langsung pada stabilitas energi nasional.

“Listrik sangat vital dalam mendukung produksi. Bisa dikatakan listrik adalah jantungnya operasi di Rokan,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menambahkan perjanjian ini akan membantu PHR mengelola sumur-sumur tua di Rokan.

“Dengan adanya perjanjian ini, kita bisa menambah keandalan listrik dan menjaga produksi nasional,” kata Oki.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Prianto, menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup penyediaan listrik sebesar 300 Mega Volt Ampere (MVA) yang akan dilakukan bertahap.

Tahap awal meliputi pasokan 100 MVA dari sistem Sumatra, terdiri atas 70 MVA sambungan tegangan tinggi di Balam dan Petapahan yang ditargetkan beroperasi pada Oktober 2027, serta 30 MVA sambungan tegangan menengah di Dumai dan Rumbai pada Oktober 2026.

Untuk menjamin kontinuitas pasokan, MCTN sebagai anak perusahaan PLN akan menyiapkan converter guna menyesuaikan frekuensi listrik dari 50 Hertz (Hz) menjadi 60 Hz sesuai kebutuhan PHR.

Selain itu, PLN juga menyiapkan fasilitas tambahan berkapasitas total 175 MW (210 MVA), terdiri atas 150 MW tegangan tinggi dan 25 MW tegangan menengah.

“PLN berkomitmen menyediakan suplai listrik andal untuk mendukung kebutuhan PHR, menjaga kesinambungan produksi energi nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antar-BUMN demi ketahanan energi dan kesejahteraan rakyat,” kata Adi. ***

Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB