Ia menilai, ada lima faktor yang mempengaruhi angka PHK meningkat, salah satunya penurunan daya beli masyarakat. "Penurunan daya beli masyarakat, khususnya di kelompok menengah ke bawah, semakin besar," kata Bhima ketika dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (23/7/2025).
Bhima juga menilai, terjadi perfect storm di industri padat karya, seperti pasars dalam negeri yang dibanjiri produk impor ekspor berkurang, dan beban biaya operasional meningkat.
Perfect storm sendiri adalah keadaan saat beberapa faktor negatif atau krisis timbul secara bersamaan dan saling memperburuk sehingga menciptakan dampak yang lebih besar.
Selain itu, efisiensi belanja pemerintah juga dinilai sebagai biang kerok PHK meningkat. Langkah pemerintah tersebut dinilai menyebabkan sektor perhotelan dan industri MICE melakukan pengurangan tenaga kerja.
Adapun, MICE adalah sektor dalam industri pariwisata yang berfokus pada penyelenggaraan acara-acara bisnis dan pertemuan skala besar.
Bhima juga menilai, tingginya suku bunga kredit dan antisipasi tarif resiprokal ikut mendorong terjadinya PHK.***