Selain itu, CERI mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak-pihak dekat Menteri BUMN Erick Thohir dalam pengisian jabatan di anak usaha Pertamina.
Hengki menyebut, dalam berbagai laporan media disebutkan adanya nama keluarga dan relasi dekat Erick yang berperan dalam menentukan posisi strategis di perusahaan migas pelat merah tersebut.
Ia juga menyinggung adanya perlakuan khusus terhadap PT Adaro Minerals dalam pembelian solar industri, yang dinilai berpotensi merugikan Pertamina hingga Rp9,3 triliun.
Atas dasar itu, CERI mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kepemimpinan Erick Thohir di Kementerian BUMN.
“Sudah saatnya pemerintah mengembalikan arah kebijakan Pertamina ke jalur yang sejalan dengan mandat konstitusi dan kepentingan publik,” kata Hengki.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak Kementerian BUMN maupun Pertamina atas pernyataan dari CERI tersebut. ***