ekonomi

Hingga Posisi Desember 2024, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Segini

Senin, 17 Februari 2025 | 17:55 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat meningkat hingga pengujung 2024. Kenaikan ini dipicu oleh ULN pemerintah yang meningkat.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi ULN sampai dengan Kuartal IV 2024 sebesar 424,8 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 6.881,76 triliun (asumsi kurs Rp 16.200 per dollar AS).

Nilai itu meningkat 4 persen dari periode yang sama tahun lalu (yoy) dan melambat 8,3 persen dari kuartal sebelumnya.

"Peningkatan tersebut terutama bersumber dari transaksi ULN sektor publik," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (17/2/2025), seperti dilansir kompas.com.

Selain itu, Ramdan bilang, kenaikan ULN juga dipicu oleh penguatan mata uang dollar AS terhadap mayoritas mata uang global, tidak terkecuali rupiah.

Jika dilihat berdasarkan pembentukannya, ULN pemerintah nilainya mencapai 203,1 miliar dollar AS atau setara Rp 3.290,22 triliun. Nilai ini meningkat 3,3 persen secara tahunan, melambat dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 8,4 persen.

Dia menjelaskan, pelambatan pertumbuhan ULN itu disebabkan oleh turunnya posisi surat utang yang dipengaruhi penguatan mata uang dollar AS.

Kenaikan ULN pemerintah juga dipengaruhi oleh pinjaman luar negeri dan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik yang masih mencatat net inflow.

"Seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," kata Ramdan. Meskipun meningkat, bank sentral menilai, posisi ULN pemerintah masih aman.

Hal ini mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah.

Sementara itu, posisi ULN swasta sebesar 194,1 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 3.144,42 triliun. Nilai ini mengalami kontraksi sebesar 2,2 persen secara yoy, melanjutkan kontraksi kuartal sebelumnya sebesar 0,6 persen.

Dia menyebutkan, ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,7 persen terhadap total ULN swasta.

Dengan melihat perkembangan tersebut, BI menilai, posisi ULN Indonesia masih terjaga. Tercatat rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 30,4 persen.

Adapun pangsa ULN jangka panjang mencapai 84,8 persen terhadap total ULN. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," ucapnya.***

Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB