ekonomi

Utang Pemerintah RI Terus Membengkak, Catat: Segini Sekarang

Jumat, 16 Agustus 2024 | 12:15 WIB
Presiden Joko Widodo. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Utang pemerintah terus mengalami peningkatan. Terbaru utang pemerintah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) per 31 Juli 2024 sudah menembus Rp 8.502,69 triliun.

Ada kenaikan utang pemerintah cukup signifikan. Sebulan sebelumnya atau per Juni 2024, utang pemerintah tercatat sebesar Rp 8.444,87 triliun. Artinya dalam sebulan, utang pemerintah bertambah Rp 57,82 triliun.

"Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," tulis Kementerian Keuangan di dokumen APBN Kita Edisi Agustus 2024 dikutip pada Jumat (16/8/2024), dilansir kompas.com.

Dengan perkembangan kenaikan pinjaman tersebut, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) sebaliknya mengalami penurunan.

Rasio utang terhadap PDB pada Juni sebesar 39,13 persen, sementara pada Juli rasionya terhadap PDB turun menjadi 38,68 persen.

Realisasi rasio utang terhadap PDB juga masih di bawah dari batas rasio utang dan target strategi pengelolaan utang jangka menengah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 batas rasio utang sebesar 60 persen, sementara mengacu Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah periode 2023-2026 targetnya adalah 40 persen.

Jika melihat komposisinya, utang pemerintah didominasi oleh surat berharga negara (SBN) dengan denominasi rupiah.

Tercatat nilai utang pemerintah dalam bentuk SBN sebesar Rp 7.642,25 triliun, atau setara 87,76 persen dari total utang pemerintah. Secara lebih rinci, nilai SBN domestik sebesar Rp 5.993,44 triliun, terdiri dari surat utang negara (SUN) sebesar Rp 4.797,21 triliun dan surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp 1.196,23 triliun.

Kemudian, SBN dengan denominasi valuta asing (valas) nilainya sebesar Rp 1.468,81 triliun, dengan komposisi SUN sebesar Rp 1.073,27 triliun dan SBSN sebesar Rp 395,54 triliun.

Kemudian, nilai utang pemerintah yang berasal dari pinjaman sebesar Rp 1.040,44 triliun, atau setara 12,24 persen total utang pemerintah.

Nilai itu terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 39,95 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 1.000,49 triliun.

Masih mengutip dokumen APBN Kita Edisi Agustus 2024, kinerja APBN sampai dengan akhir Juli 2024 stabil pada level positif Rp 179,35 triliun atau 0,80 persen PDB, dan defisit APBN tercatat Rp 93,37 triliun atau 0,41 persen terhadap PDB per Juli 2024.

Dengan melihat histori perkembangan utang pemerintah selama beberapa tahun terakhir, posisi utang pemerintah berpotensi menembus Rp 9.000 triliun pada pengujung 2024.

Hal ini sebagaimana perhitungan yang disampaikan oleh Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy. Yusuf menjelaskan, jika melihat laju perkembangan utang pemerintah pada periode Juni - Desember dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, didapatkan angka pertumbuhan utang di kisaran 4 - 8 persen.

Halaman:

Tags

Terkini