Tidak Berbahaya bagi Umat Manusia, Ini 9 Fakta tentang Fenomena Solstis

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Kamis, 22 Desember 2022 | 13:53 WIB
 Ilustrasi matahari. (f: Pixabay/Pexels/Pikiran.Rakyat.com)
Ilustrasi matahari. (f: Pixabay/Pexels/Pikiran.Rakyat.com)

5. Menandakan awal musim dingin

Fenomena solstis Desember menjadi pertanda datangnya awal musim dingin untuk para astronom dan ilmuwan belahan Bumi utara dan akan berakhir pada ekuinoks Maret.

Berbeda dengan ahli meteorologi yang percaya musim dingin mulai tiga minggu lebih awal, yakni pada 1 Desember.

6. Bumi dekat dengan Matahari

Untuk Belahan Bumi utara, selama musim dingin berlangsung Bumi akan menjadi yang paling dekat dengan Matahari. Tetapi, musim yang berbeda tidak ditentukan oleh jarak Bumi dari Matahari.


Pergantian musim terjadi karena Bumi mengorbit Matahari dengan posisi miring sekitar 23,4 derajat. Karenanya, jumlah sinar matahari akan berbeda di Belahan Bumi Utara dan Selatan.

7. Matahari terbenam paling awal bukan di solstis Desember

Sebagian besar tempat di belahan Bumi utara melihat matahari terbenam paling awal beberapa hari sebelum solstis dan terbit paling akhir beberapa hari setelahnya.

Kondisi itu dapat terjadi karena adanya perbedaan antara cara mengukur waktu menggunakan jam tangan dan waktu yang dihitung dengan jam matahari.

8. Jam siang meningkat lebih cepat di utara

Bagi penduduk belahan Bumi utara mungkin akan merasakan peningkatan laju siang hari bergantung pada garis lintang lokasi. Siang hari akan terasa lebih cepat dibandingkan saat berada di garis lintang yang lebih selatan.

9. Hampir seluruh dunia merayakan

Saat solstis Desember, banyak budaya di seluruh dunia menggelar pesta dan merayakan liburan sekitar fenomena tersebut. Salah satu paling sering dijumpai adalah Natal.

Itulah beberapa hal tentang fenomena solstis yang perlu diketahui agar tidak termakan hoaks dari dunia maya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

X