PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Asisten III Setdaprov Riau Joni Irwan mengatakan, penilaian terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan reformasi birokrasi (RB) Pemprov Riau masih menyisakan beberapa catatan permasalahan.
Adapun catatan permasalahannya, menurut Joni Irwan, yaitu masih belum optimalnya keterlibatan pimpinan dalam mengelola keputusan strategis sehingga berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah.
Joni mengatakan hal itu saat coaching clinic, yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang dipusatkan di Auditorium Lantai 8 Menara Lancang Kuning Kantor Gubernur Riau, Kamis 1 September 2022.
Pelaksanaan evaluasi SAKIP dan RB ini dilaksanakan berdasarkan PermenpanRB Nomor 88 Tahun 2021. Aturan ini tentang evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Juga berdasarkan Permenpan RB Nomor 26 Tahun 2020 tentang evaluasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi.
Kemudian, tambah Joni Irwan, masih terdapat dokumen perencanaan pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum sepenuhnya memiliki tujuan dan sasaran strategis yang mampu menjawab isu strategis yang dihadapi.
Selain itu, terkait penjabaran kinerja masih berorientasi pada pembagian urusan. Sehingga hubungan lintas fungsi antara OPD yang dibutuhkan belum terlihat dalam proses pencapaian kinerja.
Sebab itulah, kata Joni, kegiatan coaching clinic ini dilakukan guna mengevaluasi dan menyelesaikan satu persatu permasalahan yang terjadi dalam perangkat daerah di lingkup Provinsi Riau.
"Dalam rangka evaluasi maka dilaksanakanlah coaching clinic ini terhadap kepala perangkat daerah. Hal ini guna mempertajam persiapan Pemprov Riau terhadap penilaian yang akan dilakukan Kemenpan-RB pada 6 September 2022 mendatang," ujar Joni.
Untuk diketahui, sebagaimana hasil entry meeting dan surat Menpan RB Nomor :B/58/AA.04/2022 tentang evaluasi SAKIP dan Surat Menpan RB Nomor B/64/RB.04/2022.
Peraturan tersebut tentang evaluasi RB tanggal 5 Agustus 2022, evaluasi akan dilaksanakan pada 6 September 2022 menggunakan metode in depth interview (wawancara) secara virtual melalui zoom meeting.
Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Riau Kemal menyampaikan bahwasanya kegiatan coaching clinic ini merupakan moment yang bagus untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Tentunya kegiatan ini sebagai moment yang tepat bagi kita karena sebelumnya sempat tertunda beberapa kali hingga saat ini baru terlaksana. Kita juga berharap melalui coaching clinic ini kita meningkatkan nilai SAKIP dan RB Provinsi Riau menjadi BB atau setara dengan 70 persen," ungkap Kemal.***