JAKARTA, RIAUSATU.COM-Sekjen PPP Arsul Sani masih membuka pintu untuk islah bagi Kubu Djan Faridz. Dia menjanjikan tempat di kepengurusan jika Djan Faridz dan kawan-kawan ingin bergabung di bawah kepemimpinan Romahurmuziy (Romi).
''Yang belum masuk kepengurusan, kami buka pintu untuk mengupayakan islah. Baik Pak Djan Faridz, dan kawan-kawan. Kita harapkan mereka untuk masuk supaya bisa direvisi,'' kata Arsul Sani, Rabu (27/4), sebagaimana dilansir merdeka.com.
Dia mengatakan, dari 146 kepengurusan hasil muktamar Pondok Gede tersebut, baru 48 orang dari kubu Djan Faridz yang bergabung dalam kepengurusan PPP yang baru.
''Kalau dilihat dari sisi perkubuan, maka kepengurusan ini mewakili kubu Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Dengan 48 yang bergabung, Insya Allah yang belum akan bergabung. Sampai saat ini, Djan Faridz, Dimyati dan Humphrey belum masuk. Kalau memang nanti sudah bergabung, kita bisa merubah untuk direvisi,'' tuturnya.
Saat disinggung jika seandainya ada dari Kubu Djan Faridz mau menggugat Surat Keputusan kepengurusan PPP yang baru saja disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM, pihaknya tidak mempersoalkan adanya gugatan yang nantinya akan ditujukan tersebut.
''Kita tetap membuka pintu untuk islah. Terserah kalau ada seandainya mau menggugat silakan saja. Tapi kami berharap teman- teman yang ada di kubu muktamar Jakarta yang belum gabung segera gabung,'' tutupnya. (dri)