WHO Minta Pembatasan Pendatang dari China Berdasarkan Sains dan Tidak Diskriminatif

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Kamis, 12 Januari 2023 | 13:33 WIB
 Pasien Covid-19. (f: int)
Pasien Covid-19. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Hans Kluge, pejabat senior di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengimbau semua negara tidak diskriminatif saat menerapkan aturan pembatasan masuk. Kluge mengimbau agar pembatasan masuk yang diterapkan berbasis sains.

Kluge mengatakan itu setelah sejumlah negara di dunia menerapkan aturan pembatasan masuk yang ketat terhadap para pelancong asal China.

"Secara ilmiah, tidak ada ancaman langsung bagi kawasan Eropa saat ini," ujar Hans Kluge "Varian (virus) yang menyebar di China juga menyebar di Eropa," ujarnya lagi dikutip Pikiran-rakyat.com dari Antara pada Rabu, 11 Januari 2023.

Kluge juga sependapat dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) bahwa lonjakan kasus Covid-19 di China tidak akan berdampak secara signifikan ke Eropa.

"Kami sependapat dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) bahwa lonjakan yang sedang berlangsung di China diperkirakan tidak akan berdampak signifikan," ujarnya.

Dengan melihat sisi ilmiah, Kluge menyampaikan imbauan kepada negara-negara Eropa yang menerapkan aturan pembatasan masuk.

"Untuk negara-negara yang saat ini mengadopsi langkah-langkah pencegahan di sektor perjalanan, kami mengimbau keputusan itu didasarkan pada sains dan tidak diskriminatif," ujarnya.

Sejumlah negara di wilayah Eropa telah menerapkan kebijakan pembatasan masuk lewat permintaan tes negatif Covid-19 bagi para pelancong China, di antaranya Prancis, Italia, dan Inggris.

WHO juga sempat melontarkan kritik pada penanganan Covid-19 di China, terutama tentang laporan jumlah kasus yang dianggap kurang mewakili keadaan sebenarnya. WHO menyebut China masih sempit mendefinisikan kematian akibat Covid-19.

"Kami percaya bahwa angka saat ini yang diterbitkan dari China kurang mewakili dampak sebenarnya dari penyakit tersebut, dan khususnya dalam hal kematian," ujarnya Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan.

Sebagai tanggapan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan siap meningkatkan kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penanganan Covid-19 di negaranya.

"Kami mencatat bahwa WHO punya lebih banyak data tentang pengurutan genom yang diunggah oleh China dan peningkatan keterlibatan dengan WHO selama beberapa pekan terakhir dari China," ujar Mao.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:03 WIB

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB
X