SUKABUMI, RIAUSATU.COM - Malang nian nasib bayi yang baru berusia sekitar 3,5 tahun ini. Kondisinya mengalami luka bakar di sekujur tubuh, bisa dibilang 100 persen. Anak tersebut pada saat kejadian sedang berada di kamar, tertidur. Sementara orang tuanya bekerja di pasar.
Kapolsek Jampang Tengah, Ajun Komisaris Polisi Usep Nurdin, mengatakan balita itu tidak sempat diselamatkan saat kebakaran terjadi. "Korban sudah kami makamkan. Dalam peristiwa ini selain bangunan terbakar habis, beberapa kendaraan juga hangus,” ujar Usep Nurdin kepada wartawan di lokasi.
Saat ditemukan, jenazah anak perempuan itu ditemukan berada di reruntuhan puing bangunan yang hangus terbakar. Petugas kepolisian dan damkar di lokasi langsung mengevakuasi jenazah bocah malang tersebut dan menyerahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Informasi yang dihimpun, ada empat anggota keluarga balita yang selamat dari kebakaran, yakni Ujang (54), Tanti (50), Eci(75) dan Rangga (17).
Pihak kepolisian, sebagaimana dilansir Pikiran.Rakyat.com, masih meminta keterangan para saksi untuk mendalami peristiwa kebakaran tersebut. Sementara jenazah korban anak sudah dimakamkan di taman pemakaman umum setempat.
Balita itu merupakan satu-satunya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan enam kios bangunan semi permanen di Kampung Bojonglopang RT 25/05 Desa Panumbangan, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi pada Senin, 26 Desember 2022 pagi pukul 7.00 WIB.
Bangunan yang terbakar adalah bekas Pasar Bojonglopang yang sudah tidak terpakai kemudian dijadikan hunian oleh warga setempat.
Api muncul pertama kali dari blok belakang bangunan eks pasar. Akibat kebakaran tersebut seorang balita berusia tiga tahun meninggal dunia lantaran terjebak di dalam bangunan saat terjadi kebakaran.
Ajun Komisaris Polisi Usep Nurdin menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dugaan api muncul akibat korsleting listrik di salah satu hunian, lalu merembet ke tempat lain.
Usep menyebut ada enam lokal kios yang terbakar, tetapi yang dihuni hanya satu lokal oleh satu keluarga. Di tempat itu, seorang balita bernama Sifa yang sedang tertidur ditinggal oleh keluarganya. Sementara anggota keluarga lainnya melakukan aktivitas bekerja di Pasar Bojonglopang.
“Dugaan awal kebakaran terjadi akibat adanya korsleting listrik. Api cepat menjalar sehingga kebakaran semakin membesar.
Kebakaran itu juga menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hingga Senin siang, api sudah berhasil dipadamkan oleh Petugas Damkar Kabupaten Sukabumi.
“Kami juga mengimbau kepada warga agar secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik seperti kabel dan lainnya,” ujar Usep.***