PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Mariyam (59) melakoni pekerjaan sebagai penjual karangan bunga, yang beroperasi di sekitar kawasan Jalan Diponegoro Pekanbaru,tepatnya di seberang Gedung Dharma Wanita Provinsi Riau.
Saban hari, sejak pukul 9 pagi hingga pukul 8 malam Mariyam rutin berjualan buket atau karangan bunga. Dia mengaku telah berjualan buket atau karangan bunga di lokasi itu sejak 1 tahun silam.
Kenapa? "Untuk membantu keluarga," kata Mariyam. Terutama karena suaminya sudah lama di rumah saja, semenjak terkena sakit diabetes.
Alasan Mariyam menjadi tulang punggung keluarga, lantaran harus memenuhi kebutuhan anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Saya punya anak dua. Anak yang satu sudah selesai sekolahnya, tapi adiknya ini masih sekolah, umur 9 tahun. Pendapatan juga tidak tentu, cuma saya harus menghidupi keluarga,” imbuhnya pula.
Meski dengan kondisi seperti itu, Mariyam tetap bisa membagi waktu untuk keluarga. Lantaran baginya, kehidupan keluarga adalah nomor satu.
Diakui Mariyam, kehidupan yang dialami memang ada jatuh bangunnya. Namun, keadaan seperti itu tidak harus dipasrahkan.***