• Senin, 5 Desember 2022

Bocah Malang Ini Jadi Yatim Piatu karena Tragedi Kanjuruhan: Saya Melihat Ayah Terjatuh

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:37 WIB
 Bocah 11 tahun, Alfiansyah. (F: Antara/Ari Bowo Sucipto dan Vicky Febrianto/Pikiran-Rakyat.com)
Bocah 11 tahun, Alfiansyah. (F: Antara/Ari Bowo Sucipto dan Vicky Febrianto/Pikiran-Rakyat.com)

MALANG, RIAUSATU.COM - Tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022), yang menewaskan ratusan orang, meninggalkan duka yang mendalam bagi begitu banyak umat manusia.

Termasuk bagi M. Alfiansyah (11). Bocah 11 tahun asal Malang, Jawa Timur, ini menjadi yatim piatu karena ayah dan ibunya tewas di Stadion Kanjuruhan saat kericuhan terjadi.

Kedua orang tua Alfiansyah, M Yulianton (40) dan Devi Ratna Sari (30) meninggal dunia saat akan keluar dari Stadion Kanjuruhan pintu 14.

Alfiansyah mengatakan pada saat kejadian kedua orang tuanya berusaha keluar dari dalam stadion. Ia juga mengaku sempat terjatuh.

Akan tetapi ia kemudian berdiri dan bergegas keluar.

"Waktu mau ke bawah saya terjatuh, terus langsung berdiri. Itu masih bersama ayah dan mama. Setelah saya berdiri saya didorong dari belakang dan kemudian melihat ayah terjatuh," ujar Alfiansyah, yang didampingi pamannya, Doni (43), saat menceritakan peristiwa itu.

Saat kejadian, ia mengaku tidak merasa berdesak-desakan untuk keluar dari Stadion Kanjuruhan.

"Saya keluar sendiri, berjalan. Berjalan aja biasa sampai keluar," katanya.

Bocah yang bercita-cita menjadi seorang polisi tersebut kini harus terima kenyataan ayah dan ibunya sudah tidak ada di sampingnya.

Doni mengatakan bahwa alasan orang tua Alfiansyah pergi menonton pertandingan Arema FC vs Persebaya, karena M Yulianton ingin membahagiakan istri dan anaknya.

Halaman:

Editor: Evi Endri

Tags

Terkini

IMR Riau Galang Dana Gempa Bumi Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 15:08 WIB
X