• Senin, 5 Desember 2022

Tokoh Masyarakat Riau Dukung HGU PT. TUM di Pulau Mendol Kuala Kampar, Ini Alasannya!

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:59 WIB
M. Nasir Day. (f: istimewa)
M. Nasir Day. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Tokoh masyarakat Riau yang juga pemerhati sosial kemasyarakatan dan infrastruktur, M Nasir Day SH MH, mendukung PT. Trisetia Utama Mandiri (TUM) tetap mempunyai HGU (hak guna usaha) perkebunan kelapa sawit seluas 6.050 hektare di Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

‘’Prinsipnya, saya mendukung PT TUM tetap mempunyai HGU di Pulau Mendol. Jika ada masyarakat terganggu dengan keberadaan HGU PT. TUM, salah satu solusinya adalah lahannya di-inclave. Dan, jika ada masalah lain, kita siap membantu,’’ ujar Nasir Day, dalam perbincangannya dengan riausatu.com, di Pekanbaru, Ahad (2/10/2022).

Sepengetahuannya, PT. TUM adalah satu-satunya pribumi yang punya HGU. ‘’Jadi, sewajarnya masyarakat Riau mendukung. Ada apa, kok diganggu orang Riau yang punya HGU. Saya siap pasang badan untuk pribumi, meski pun saya tidak begitu kenal siapa yang punya,’’ tegas mantan direktur salah satu BUMD milik Riau ini.

Seperti diberitakan media siber ini, manajemen PT. TUM, pemegang HGU perkebunan kelapa sawit seluas 6.050 hektare di Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, menegaskan bahwa seluruh perizinan yang mereka miliki lengkap.

Mulai persetujuan pencadangan lahan dari Gubernur Riau pada 1995, persetujuan prinsip Menteri Pertanian RI, persetujuan pelepasan kawasan hutan oleh Menteri Kehutanan RI, hingga Izin Usaha Perkebunan-Budidaya (IUP-B) Kelapa Sawit dari Bupati Pelalawan pada 2013. Terakhir, pada 2018 keluar HGU No 00146 dan 00147 dari Badan Pertanahan Nasional yang berakhir pada 2052.

Baca Berita Ini:
https://www.riausatu.com/peristiwa/pr-4294129061/soal-pulau-mendol-pt-tum-tegaskan-miliki-izin-lengkap-aznur-salah-kami-di-mana

Lebih lanjut Nasir Day menuturkan pernah memeroleh informasi bebeberapa tahun lalu bahwa grup Aksa Mahmud diduga akan membuat Sentra Padi di Pulau Mendol. Bahkan jalan-jalan ke arah ke Pulau Mendol sudah dibikin ringroad-nya, sudah diaspal sistem multiyears, di era HM Harris, Bupati Pelalawan. Namun, sampai hari ini belum ada realisasinya.

Perlu diingat, duganya, strategi grup Aksa Mahmud kalau mau mengambil satu lahan –walau temanya untuk pertanian—, adalah dalam rangka menaikkan saham perusahaan mereka, namun nyaris tidak ada investasi.

’’Contohnya Buton, yang infonya diambil Aksa Makmud. Sekarang, kalau ada orang mau menanam industri ke Buton bukan berurusan dengan BUMD Siak, tapi melapor dulu ke mereka. Termasuk Pula Mendol ini, barangkali,’’ pungkas Nasir Day. ***

Editor: Novrizon Burman

Tags

Terkini

IMR Riau Galang Dana Gempa Bumi Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 15:08 WIB
X