Kenapa Wanita Vietnam Kurus?

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Selasa, 24 September 2019 | 09:47 WIB

VIETNAM, RIAUSATU.COM - Kenapa wanita-wanita vietnam kurus? Pertanyaan ini selalu dilontarkan oleh orang luar ketika mereka bertemu dengan wanita Vietnam. 

Maklum, hampir semua wanita Vietnam bertubuh kurus, ramping, dan memiliki kulit putih bersih. Rata-rata mereka berambut panjang. Beda dengan wanita Indonesia yang berpostur gemuk, berisi, dan berkulit sawo matang. Apalagi yang sudah punya anak dan berumur, wanita Indonesia nyaris gendut dan perutnya berisi atau meler.

 â€˜â€™Wanita Vietnam kurus-kurus, tidak punya daging,’’ kata Nguyen Van Giang, pemandu (guide) rombongan studi jurnalistik Persatauan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Rau yang berkunjung ke Vietnam, 17-21 September 2019.

Sambil berseloroh, guide yang akrab dipanggil Giang ini menyatakan pria Vietnam lebih senang dengan wanita Indonesia, karena gemuk dan berisi. ‘’Kalau laki-laki Vietnam suka wanita Indonesia karena ada dagingnya,’’ guyonnya, dengan Bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.

Paling tidak, ada tiga alasan kenapa wanita Vietnam kurus dan langsing. Menurut Giang, wanita Vietnam suka berolahraga.  Pukul 05.00 pagi, mereka sudah bangun dan pergi berolahraga. Umumnya, berjalan kaki (jogging) dan senam pagi.  Mereka berolahraga di taman atau ruangan terbuka hijau (RTH), di tengah kota. Pemerintah setempat menyediakan banyak RTH untuk olahraga. Setiap satu atau 1,5 kilometer, ditemukan taman atau RTH. Beda dengan di Pekanbaru, yang masih terbatas.

Mereka tidak hanya berolahraga pagi. Pulang kerja, mereka pun berolahraga. Pegawai negeri biasanya pulang kerja pukul 16.30. Maka, pukul 17.00 mereka  sudah mulai berolahraga di RTH. Bagi pegawai swasta yang pulang kerjanya pukul 18.00, biasanya berolahraga malam. ‘’Olahraga sudah menjadi kebiasaan bagi wanita Vietnam,’’ kata Giang. 

-
Salah satu ruangan terbuka hijau di Ho Chi Minh, Saigon.

Alasan kedua, wanita Vietnam sedikit makan nasi, dan lebih banyak makan sayur dan buah-buahan. Berbagai macam sayur, mereka suka seperti  baby kailan, kangkung, sawi, dan jenis kacang-kacangan. Buah-buahan seperti semangka, buah naga, mangga, dan markisa.  ''Wanita Vietnam banyak makan sayur dan buah-buahan, tapi  sedikit makan nasi,'' kata Giang, meski Vietnam terkenal sebagai negara penghasil beras terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Sebaliknya, wanita Vietnam jarang makan daging dan lemak-lemak. Paling-paling mereka makan ikan. Walaupun di kampung-kampung banyak makanan jenis daging, namun wanita Vietnam jarang menjamahnya. Padahal, berbagai binatang yang mengandung daging dan lemak itu bukan berpantang bagi mereka. Jadi, lemak agak kurang masuk ke perut mereka. Inilah yang membuat wanita Vietnam lebih kurus dan ramping.

Kepribadian Wanita Vietnam
Ada lima kepribadian wanita Vietnam sehingga layak untuk dijadikan istri atau pasangan. Pertama, wanita Vietnam punya kecantikan yang luar biasa. Tidak munafik ya, hal pertama yang pasti dilihat pria dari seorang wanita adalah kecantikan fisik. Lantaran tidak semua orang adalah ahi nujum, maka impresi pertama ya memang dari apa yang terlihat mata. Dan masih soal keanggunan fisik ini, wanita Vietnam tentu memilikinya.

Pada umumnya, wanita Vietnam memiliki ciri khas seperti orang Indonesia. Namun mereka memiliki kekhususan tersendiri, terutama pada aksen wajahnya.  Tak hanya itu, beberapa wanita Vietnam juga ada yang memiliki karakteristik Tiongkok dipadu ras Asia Tenggara. Unik dan sangat cantik.

Kedua, wanita Vietnam sangat loyal terhadap pasangan.  Ada kabar yang mengatakan kalau mendapatkan wanita Vietnam itu cukup susah. Ya, hal ini bisa dibilang benar. Namun, seperti kata pepatah, usaha yang besar akan memberikan hasil yang setara pula. Dalam hal ini ketika kita bisa mendapatkan mereka, maka itu adalah berkah luar biasa. Salah satu alasan kenapa demikian, tak lain karena ternyata mereka punya banyak sifat-sifat luar biasa. Termasuk di dalamnya adalah loyalitas.

Ketika memiliki hubungan dengan seseorang, mereka biasanya akan sangat setia. Tak peduli ada pria ganteng atau lebih menarik, mereka takkan terlalu peduli dan tetap fokus kepada pasangannya sendiri. Dan sikap ini makin bertambah-tambah ketika menikah. Hal ini pula yang menjadikan mereka bak intan berharga di mata bule-bule.

Ketiga, wanita Vietnam adalah tipe wanita pekerja keras. Pria suka wanita manja, tapi di sisi lain perempuan pekerja keras jauh lebih disenangi. Alasannya sendiri banyak, entah itu soal kemandirian sampai tentang menghargai sebuah usaha. Wanita tipe macam begini adalah impian, dan faktanya, para perempuan Vietnam pun rata-rata memiliki sifat seperti ini.

Wanita Vietnam sejak kecil dididik untuk mandiri. Mereka diberikan berbagai macam pengertian tentang buruknya menggantungkan nasib kepada orang lain. Makanya, mereka pun kemudian jadi pribadi yang tangguh. Seolah-olah mereka bisa bisa melakukan apa pun tanpa bantuan pria. Ketika berkeluarga, mereka pun takkan mempermasalahkan kalau harus bekerja dan membantu suaminya. 

Keempat, wanita Vietnam over protektif terhadap keluarga. Wanita Vietnam diketahui sangat protektif terhadap siapa pun orang yang bertalian darah dengannya. Bagi mereka, keluarga adalah segalanya dan wajib hukumnya untuk dijaga.

Tak hanya kepada keluarganya, ketika menikah dan memiliki famili tambahan dari sang suami, mereka pun juga bakal menunjukkan sikap yang serupa. Sikap seperti ini kadang tak dimiliki banyak wanita. 

Kelima, wanita Vietnam punya manner dan jago masak. Dididik dengan adat yang kental sejak kecil membuat para wanita Vietnam memiliki manner yang baik. Hal ini salah satunya bisa dilihat dari sikap mereka yang begitu berhati-hati terhadap pria sampai tentang norma-norma dalam berhubungan. 

Ya, mereka tidak sebebas gadis-gadis barat di mana bisa langsung lengket, bahkan seranjang bersama. Di sana hal tersebut mustahil untuk terjadi. Mungkin kesannya agak kolot, tapi di satu sisi ini adalah value lebih dari wanita-wanita Vietnam.

Selain soal manner, para wanita Vietnam juga digadang memiliki skill memasak yang bagus. Hal ini tentu jadi poin plus tersendiri. Wanita bisa masak adalah semacam garansi kalau mereka bakal mampu membahagiakan keluarga. Serius, tidak cakap dalam memasak kadang bisa jadi alasan pertengkaran bahkan perceraian. Untungnya, kita bisa merasa aman dengan hal-hal demikian ketika bisa menikahi para wanita Vietnam.

-
Fendri Jaswir bersama wanita Vietnam yang menyambut rombongan PWI Riau.

Peran Wanita Vietnam
Peran wanita di Vietnam adalah subyek dari beberapa perubahan sepanjang sejarah Vietnam. Mereka mengambil berbagai peran dalam masyarakat, yang meliputi prajurit, perawat, ibu, dan istri. Terdapat beberapa kemajuan dalam hak asasi wanita di Vietnam, seperti meningkatnya perwakilan wanita dalam pemerintahan, serta pembentukan Serikat Wanita Vietnam pada 1930.

Beberapa cendekiawan menyatakan bahwa Vietnam merupakan sebuah masyarakat matriakhal dominan sebelum kekuasaan Tiongkok, yang membawa nilai-nilai patriakhal Konghucu.
Meskipun masa kekuasaan Tiongkok sebagian besar berakhir sebelum abad ke-2, kebanyakan nilai dan lembaga Tiongkok dilanjutkan oleh dinasti-dinasti Vietnam berikutnya. Pada abad ke-19, Vietnam didominasi oleh kekuasaan Prancis. Beberapa wanita secara temporer menikahi pria Eropa pada masa ini, dengan kedua belah pihak menyaksikan penyatuan tersebut sebagai hal yang saling menguntungkan.

Pada awal abad ke-20, sentimen nasionalis berkembang di Vietnam yang kemudian berujung pada akhir kekuasaan Prancis pada 1954 dan membagi Vietnam menjadi dua di sepanjang paralel ketujuh belas. Terdapat beberapa catatan bahwa nasionalisme meningkatkan hak asasi wanita dengannya, dan beberapa wanita ikut serta dalam revolusi melawan kekuasaan Prancis.

Peran wanita dalam perang dan di luar rumah makin meningkat sepanjang abad ke-20, khususnya pada Perang Indochina. Pada saat dan setelah Perang Vietnam, pemerintahan Partai Komunis Vietnam membuat upaya untuk meningkatkan hak, kesetaraan, dan perwakilan wanita dalam pemerintahan. Ini meliputi pembentukan kuota kerja pada 1960an, yang dibuat agar wanita menduduki persentase pekerjaan tertentu dalam sektor berbeda.

Hak asasi wanita makin meningkat dalam Vietnam kontemporer, dan wanita makin memegang jabatan kepemimpinan. Pada saat ini, Đặng Thị Ngọc Thịnh adalah Wakil Presiden Vietnam, sebuah jabatan yang ia pegang sejak April 2016. Selain itu, Nguyễn Thị Kim Ngân terpilih menjadi Ketua Majelis Nasional Vietnam pada Maret 2016, pertama kalinya seorang wanita memegang jabatan tersebut.

Namun, masih ada pengaruh peran gender dan pengaruh kebudayaan di Vietnam pada masa sekarang, yang dibatasi baik di dalam rumah maupun di luar rumah dalam lingkungan sosioekonomi. **

-
Wanita Vietnam pekerja keras.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaktur

Rekomendasi

Terkini

X