PASIRPENGARAIAN, RIAUSATU.COM-Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu, Provinsi Riau menyebutkan pelaksanaan shalat Idul Fitri 2016 bakal digelar pada 530 titik yang tersebar di 16 kecamatan.
''Total ada 530 titik, terdiri dari 514 titik berada di masjid dan 16 titik berada di lapangan pada 16 kecamatan se-Rokan Hulu,'' kata Kepala Kantor Kemenag Rokan Hulu Ahmad Supardi Hasibuan melalui telepon selular dari Pekanbaru, Senin.
Menurutnya, secara otomatis maka diperlukan 530 orang imam yang akan memimpin pelaksanaan shalat Id dimulai sekitar jam 7.00 WIB dan jumlah yang sama untuk khatib.
Ditambah lagi, kata dia, orang yang memandu takbir baik berada di masjid atau di lapangan sebelum pelaksanaan shalat Id dengan jumlah lebih banyak lagi karena takbir bisa dipimpin oleh beberapa orang secara bergantian.
"Alhamdulillah, untuk khatib Salat Id, kita di Rokan Hulu tidak ada masalah. Karena sudah dipersiapkan oleh pengurus masjid sejak jauh hari sebelum pelaksanaan. Khatib shalat lazimnya jadi masalah, ketika pengurus masjid mencarinya di waktu dekat," katanya.
Ahmad beberkan 530 titik tempat pelaksanaan shalat Id tersebut dengan rincian 50 masjid di Kecamatan Rambah, lalu 55 masjid dan satu lapangan di Tambusai, 43 masjid di Tandun serta 28 masjid dan satu lapangan di Kepenuhan.
Lalu 25 masjid dan satu lapangan di Kecamatan Kunto Darussalam, 30 masjid dan satu lapangan di Rokan IV Koto, 52 masjid di Rambah Samo, 12 masjid dan tujuh lapangan di Rambah Hilir, 36 masjid di Bangun Purba, 77 masjid di Tambusai Utara serta 33 masjid di Kabun.
Terakhir 28 masjid dan 1 lapangan di Kecamatan Ujungbatu, 10 masjid dan satu lapangan di Bonai Darussalam, 12 masjid dan satu lapangan di Pagaran Tapah Darussalam, 10 masjid dan satu lapangan di Kepenuhan Hulu serta 13 masjid dan satu lapangan di Pendalian IV Koto.
''Untuk shalat Idul Fitri di tingkat Kabupaten Rohul, dipusatkan di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian dengan khatib Profesor Akhmad Mujahidin dan imam Indra Gunawan,'' ucap Ahmad, sebagaimana dilansir Antara.
Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama sebelumnya menyatakan, akan menggelar sidang Isbat untuk menentukan penetapan 1 Syawal 1437 Hijriah dan sekaligus menentukan berakhirnya Ramadan serta penentuan Hari Raya Idul Fitri. (dri)