Warga Blokir Akses PT Inti Indo Sawit

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Jumat, 20 Mei 2016 | 16:33 WIB

PANGKALANKERINCI, RIAUSATU.COM-Mendadak lalu lalang mobil berat pengangkut CPO PT Inti Indo Sawit (IIS) Kamis (19/5/16) berhenti total. Hal tersebut menyusul aksi pemblokiran jalan oleh puluhan masa dari masyarakat desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui.

Massa yang tergabung kepada Forum Komunikasi Masyarakat Desa Bukit Gajah, menutup akses jalan keluar masuk operasional PT IIS. Terlebih lagi, akses jalan yang dilewati PT IIS ini, berada di pekarangan warga (SHM) sertifikat. Inilah yang mendorong semangat warga melumpuhkan, lalu lalang mobil perusahaan.

Informasi yang dirangkum riauterkini.com di lapangan, sebelum menggelar aksi beberapa kali diadakan rapat di tingkat pemerintahan desa dengan beragam tuntutan.

Salah satunya, masyarakat menilai pihak perusahaan tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat. Tidak itu saja, beberapa kali, warga melayangkan usulan agar perusahaan membantu mereka, akan tetapi tidak ditanggapi.

Puncaknya, Kamis pagi, warga menutup, akses keluar masuk mobil perusahaa. Dengan berbagai, materil seperti drum, kayu dijadikan massa menutup badan jalan.

Beruntung, Kapolsek Ukui berhasil menenangkan, massa dan mempertemukan dengan pihak perusahaan. Setelah diadakannya pertemuan singkat disepakati pihak perusahaan akan memberikan jawaban dari beberapa poin tuntutan pad Rabu 1 Juni 2016 mendatang.

Berikut ini, tuntutan warga kepada PT IIS. Pertama jalan poros SP 1 yang menjadi akses keluar masuk kendaraan bermuatan berat sepanjang lebkur 2,5 KM agar segera dibangun semenisasi.

Kedua, memberikan bea siswa kepada warga yang berprestasi, kurang mampu, serta murid SD sebanyak 30 paket dan SMP 20 paket setiap tahunnya.

Ketiga, memberikan kompensasi rumah tinggal warga yang rusak dan retak akibat getaran jalan yang dilalui mobil berat perusahaan.

Keempat, memberikan kompensasi kesehatan kepada warga yang tinggal di sepanjang jalan yang dilalui mobil perusahaan yang menimbulkan dampak polusi udara akibat debu.

Kelima, membuat 2 unit box culver untuk 2 titik tempt yang berbeda. Keenam memberikan bantuan sholite sebanyak 50 truk untuk lapangan desa. Ketujuh, memberikan anggaran dana kepada desa selaku pemohon sesuai proposal yang diajukan. Delapan, kesempatan untuk diperkerjakan diperusahaan sesuai kompetensi sekurangnya dua orang pertahun.

Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo, melalui Paur Humas IPDA M. Sijabat membenarkan, adanyan unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan warga desa Bukit Gajah ini. (dri)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X