PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Setelah beberapa kali dikonfirmasi terkait tewasnya pekerja migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee A Suardin akhirnya angkat bicara.
Sebagai tindak lanjut, manajemen PT PHR bersama SKK Migas Sumbagut, Ditjen Migas ESDM, Disnaker Riau, dan Kepolisian Daerah Riau terjun ke lapangan untuk memantau dan investigasi secara menyeluruh.
"(Investigasi) saat ini masih berlangsung," ujar Jaffee A Suardin, melalui Corporate Secretary PT PHR, Rudi Ariffianto, dalam rilisnya, yang diterima redaksi riausatu.com, Kamis (26/1/2023) sore.
PT PHR, tegasnya, meminta seluruh vendor/mitra kerja untuk menampilkan kinerja berkualitas dan melaksanakan kegiatan operasi dengan memperhatikan dan menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) secara seksama.
Jika ditemukan ketidakpatuhan dalam pelaksanaan kerja, bebernya, maka akan berdampak pada konsekuensi berupa tindakan tegas, sampai dengan sanksi hitam dari daftar rekanan.
"PHR senantiasa mengupayakan keselamatan kerja, dan akan terus menjadikannya prioritas utama dalam operasi di WK Rokan," tutup juru bicara PT PHR itu.
Seperti diberitakan, sejak WK Rokan dikelola oleh PT PHR dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 9 Agustus 2021, sudah tujuh kali peristiwa kematian kerja terjadi di sana. Peristiwa terakhir, terjadi Rabu (18/1/2023). ***