PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Dituding tipu masyarakat terkait proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) SC-2 di Kota Pekanbaru, Riau, senilai Rp141 miliar, PT. Hutama Karya (Persero) gerah juga.
Melalui Olan Oka, Manager Proyek Perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru Area Selatan (SC-2), PT. HK memberikan klarifikasinya kepada riausatu.com, di Pekanbaru, Senin (15/8/2022) sore.
‘’Kalau kita mau berniat bilang itu pekerjaan PDAM, pasti kita buat logo Tirta Siak, tidak pakai logo HK. Lagi pula papan nama itu kami letakkan di area perbaikan pipa PDAM,’’ sebut Olan, didampingi stafnya Angga.
Seperti diberitakan, BUMN PT. HK terciduk menipu masyarakat Kota Pekanbaru terkait proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) SC2 senilai Rp141 miliar di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Buktinya, setelah beberapa minggu menutup Jalan Cempaka, Sukajadi, Pekanbaru dengan alasan perbaikan pipa PDAM, namun setelah diberitakan ternyata yang sedang dikerjakan PT. HK – PT Rosa Lisca (KSO) itu adalah perbaikan berat proyek IPAL SC2.
Menurut Olan, lantaran pekerjaan proyek IPAL ada bersinggungan dengan pipa PDAM yang terkena, makanya dilakukan perbaikan. ‘’Kami ada pasang papan nama, ada pemeliharaan pipa PDAM,’’ akunya.
Sebenarnya, ungkap Olan, pada Juli 2022 pihaknya ada pasang spanduk bertuliskan pemeliharaan IPAL di lokasi pekerjaan. ‘’Sampai sekarang kami masih menunggu material, perbaikan pipa PDAM. Kami kolaborasi dengan PDAM.’’
Di lapangan siapa yang kerja? ‘’Kalau perbaikan pipa PDAM, yang kerja pihak PDAM, nyambung yang bocor-bocor, kami hanya menyediakan material dan alat berat. Kalau yang IPALnya kami yang kerja,’’ jawab Olan.
Diakuinya, pekerjaan IPAL di Jalan Cempaka termasuk berat. ‘’Karena bocor di bawah, alirannya juga rusak. Mau nggak mau harus dibongkar di bawah, nggak bisa diperbaiki dari atas, itulah risiko kerja di bawah tanah,’’ ungkapnya.
Olan menjelaskan, proyek IPAL SC-2 bersinggungan dengan jaringan pipa PDAM. ‘’Baru di Jalan Cempaka inilah kami mendapat pekerjaan seperti ini, namanya risiko pekerjaan, karena pipa PDAM-nya besar, termasuk di Jalan Melur,’’ bebernya.
Angga menambahkan, di grup WhatsApp PDAM, dia selalu lapor setiap hari. Ada sekitar 18 kali perbaikan pipa PDAM bocor, hampir setiap hari. Kami tidak bisa menyalahkan PDAM, karena pipanya sudah tua,’’ ujarnya.
Menjawab pertanyaan apakah sebelum mulai pekerjaan IPAL berkoordinasi dengan teknisi PDAM? ‘’Ada, kami dikumpulkan di Kantor Walikota Pekanbaru, semua yang punya utilitas, termasuk pihak gas,’’ terang Olan.
Mereka sudah tahu risiko kebocoran pipa PDAM akibat proyek IPAL karena kondisi pipa sudah tua. ‘’Memang sudah kita ganti pipanya dengan material yang lebih bagus, tapi pipa lain masih yang lama, nanti patah lagi, makanya makin memanjang.’’
Terkait titik-titik yang rusak akibat proyek IPAL, menurut Olan akan diperbaiki, termasuk lokasi di Jalan Rajawali, dekat TPU (tempat pemakaman umum). ‘’Khusus ini pipa lama, sambungannya tidak ada lagi yang menjualnya, harus dipesan dulu,’’ katanya.