PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Hingga kini Kepolisian Daerah (Polda) Riau belum menyampaikan hasil tes DNA tulang belulang diduga Angelika Boru Pardede, korban penculikan sekaligus pembunuhan.
Kasubid Dokpol Bid Dokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto saat dikonfirmasi mengatakan, setelah dirinya berkoordinasi dengan Pusdokkes Mabes Polri, tes DNA itu dinyatakan selesai pekan depan.
''Terakhir saya cek, pekan depan keluar hasil tes DNA-nya,'' ucap Supriyanto, Jumat (20/5), sebagaimana dilansir merdeka.com.
Mengetahui hal itu, ayah Angelika, Salomon Pardede kecewa. Salomon menduga kasus penculikan dan dugaan pembunuhan terhadap anaknya sudah dipeti-eskan oleh penyidik.
''Sudah dipeti-eskan sepertinya kasus anak saya ini. Sampai sekarang tidak perkembangan, gak tahu rimbanya kasus ini,'' ujar Salomon bernada emosional ketika dihubungi wartawan.
Salomon berkeinginan untuk meminta pakaian yang diduga milik Angelika, dan tulang belulang yang ditemukan polisi di semak-semak Desa Pasir Putih diserahkan kepadanya. Salomon mengaku ingin mengubur pakaian dan tulang tersebut.
''Kalau seperti ini, kembalikan sajalah apa yang diambil polisi. Biar saya kubur di suatu tempat. Sudah gak jelas lagi kasus anak saya ini,'' kata Salomon.
Salomon sendiri mengaku sudah tidak pernah lagi menanyakan tes DNA ke polisi. Terakhir dia datang bulan lalu, hanya mendapatkan jawaban yang mengecewakan.
''Dulu katanya paling cepat 15 hari dan paling lama sebulan. Ini sudah hampir 2 bulan, belum juga lagi. Nanti kalau ditanya terus-terusan, saya dikira menekan,'' katanya.
Selama ini, Salomon juga mengaku tidak diberitahu hasil uji forensik terhadap tulang belulang dimaksud. Salomon hanya mengetahui dari pemberitaan media massa.
''Tidak pernah, mulai dari itu hasil forensik dan laboratorium. Saya belum pernah diterima suratnya,'' jelasnya.
Salomon juga mengaku kaget dengan pergantian Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau dan Kasubdit III Reskrimum yang menangani kasus ini. "Ini apa maksudnya. Kasus anak saya belum selesai, ada pergantian pula. Gimana nantinya, polisi yang lama saja tidak selesai," tanya Salomon.
Sebelumnya, Angelika dinyatakan hilang sejak tanggal 9 Maret 2016. Kemudian pada 23 Maret 2016, ditemukan tulang belulang yang kemudian dinyatakan identik dengan Angelika.
Pernyataan kepolisian itu keluar setelah melakukan pemeriksaan post mortem dan antemortem terhadap jasad dan properti yang terakhir kali dipakai Angelika sebelum hilang. (dri)