peristiwa

Telepon Terakhir Elvian ABK Korban Sandera Abu Sayyaf: Mohon Jangan Hubungi Lagi

Redaktur
Rabu, 30 Maret 2016 | 11:08 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Yola, istri dari Elvian Alvis Repi, korban sandera di kapal Brahma 12 oleh kelompok Abu Sayyaf terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya pada Minggu (29/3) lalu. Saat itu ia diminta oleh sang suami agar tidak menghubungi kembali.

''Komunikasi terakhir pada saat telepon istri yang isinya 'mohon jangan hubungi lagi', karena saat itu mereka sedang disandera,'' kata tante Elvian, Sayne Repi saat ditemui di kediamannya, Jl Swasembada Barat 17, Jakarta Utara, Selasa (29/3/2016).

Mendengar kabar langsung dari suaminya tersebut, Yola langsung shock. Namun ia tak mampu menolak permintaan suaminya agar berhenti menghubungi. Yola khawatir ia justru mengancam keselamatan sang suami.

''Iya, kita dapat kabar soal penyanderaan dari Elvian langsung,'' tegas Sayne, sebagaimana dilansir detik.com.

Sementara saat ini komunikasi keluarga dengan Elvian telah terputus. Mereka juga tak tahu di mana dan bagaimana kondisi Elvian beserta kawan-kawannya. Namun berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari perusahaan yang menaungi Elvian, saat ini seluruh korban sandera berada di sebuah pulau. Kabar tersebut diterima Yola dari perusahaan pengelola Kapal Brahma 12 sekitar pukul 10.00 WIB tadi.

''Istrinya telepon ke kantor, dapat kabar mereka sudah lepas dari kapal dan posisinya ada di sebuah rumah kosong di sebuah pulau,'' katanya.

Namun belum ada kabar pasti di mana rumah kosong dan pulau tersebut berada. Pihak keluarga masih terus menanti perkembangan dari perusahaan maupun pemerintah terkait kondisi Elvian dan kawan-kawannya.

''Kami sekeluarga sangat berterimakasih terutama kepada Tuhan karena pemerintah sudah campur tangan dan kami yakin dia pasti bebas,'' kata Sayne.

Pihak perusahaan meyakinkan bahwa kondisi Elvian dan teman-temannya saat ini aman. Pihak keluarga juga berharap penyanderaan ini segera berakhir dengan damai dan tidak melukai korban.

''Kita percaya pemerintah kita pemerintah luar biasa. Kami punya keyakinan dan punya iman bahwa pemerintah kita mampu, pasti mampu untuk membebaskan anak kami,'' kata Sayne sambil terisak.

Sementara itu Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam keterangannya sore tadi mengatakan, pemerintah Indonesia masih menunggu koordinasi dengan otoritas Filipina untuk menangani sandera. Sebab saat ini dipastikan posisi para sandera berada di wilayah teritorial Filipina.

Polri masih belum memberikan bantuan apapun atas tuntutan Abu Sayyaf yang meminta uang tebusan Rp 15 miliar. Polri berhati-hati dalam menangani kasus ini.

''Makanya tunggu koordinasi. Kita jangan gegabah,'' kata Badrodin. (dri)

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB