BALI, RIAUSATU.COM-Ada yang belum terkuak dari berkas acara pemeriksaan mantan satpam Margriet, Dewa Ketut Raka. Dalam berkas pemeriksaan saat dirinya dikonfrontir siang hingga sore tadi, Kamis (6/8) di Mapolda Bali, Raka mengaku sempat dapat bonus setelah berhasil mengusir menteri Yuddy Chrisnandi di Jalan Sedap Malam Denpasar.
Dewa Ketut Raka mengaku mendapat bonus yang diberikan lewat agennya penyalur sekuriti tempat dia bekerja. Bonus itu diberikan karena berhasil mencegah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) Yuddy Chrisnandi masuk rumah Margriet, 5 Juni lalu.
''Saya dapat bonus dari kantor waktu itu karena berhasil mencegah Menpan (Yuddy Chrisnandi) masuk ke rumah Margriet,'' aku Pak Dewa mantan anggota Kodam IX/Udayana, ini Kamis (6/8) di Mapolda Bali, sebagaimana dilansir merdeka.com.
Namun dia enggan memberitahu besaran bonus yang diterimanya. Dewa Raka juga tidak mengetahui apakah bonus tersebut dari Margriet yang diberikan melalui agennya atau murni dari agen tempatnya bekerja.
Hanya saja, kabarnya bonus itu diberikan oleh salah seorang putri Margriet melalui agen penyalur tempatnya bekerja. Untuk diketahui, penempatan Dewa Raka juga atas pengajuan dari Christine Megawe (putri Margriet) ke pihak agent PT Patriot penyalur tenaga pengamanan.
Bahkan setelah dikabarkan Angeline hilang, Dewa Raka sempat diminta untuk sewa kamar mandi di luar agar tidak masuk ke dalam rumah. Karena dalam tugasnya hanya menjaga di luar rumah untuk mencegah siapa saja yang ingin masuk ke dalam rumah. Hal ini dikatakan Dewa Ketut Raka usai dikonfrontir dengan dua saksi lainnya, Handono dan Susiani di Mapolda Bali.
''Saya sempat diminta sewa kamar mandi di luar. Waktu itu saya dikasih uang untuk sewa toilet tapi saya tolak. Uang itu Rp 50 ribu,'' ujar pensiunan TNI pangkat Peltu ini. (dri)