peristiwa

Umat Buddha Pekanbaru Rayakan Hari Besar Dewi Kwan Im

Redaktur
Senin, 3 Agustus 2015 | 20:10 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Umat Buddha yang berada di Pekanbaru, pada Sabtu malam (2/8) merayakan Hari Besar Dewi Kwan Im, bertempat di Persamuan Umat Buddha (PUB) Pekanbaru, Jalan Sempurna Gang Flamboyan.

Pebinmas Buddha Kemenag Riau, Tarjoko SPd MM yang hadir dalam acara tersebut kepada wartawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud umat Buddha melaksanakan ibadahnya dengan baik dan bisa lebih meningkatkan keimanannya.

''Dengan demikian akan menjadi masyarakat bangsa Indonesia yang baik, yang berkualitas dan bisa membangun kerukunan, perdamaian, ketentraman, persatuan dan kesatuan bangsa,'' ujar Tarjoko kepada wartawan, Minggu malam (2/8), di Persamuan Umat Buddha (PUB) Pekanbaru, Jalan Sempurna Gang Flamboyan Pekanbaru.

Tarjoko menilai, untuk kerukunan persatuan antarumat beragama di Pekanbaru sudah cukup baik.

''Kerukunan antar umat beragama sudah cukup baik bahkan kerukunan umat beragama dengan pemerintah juga cukup baik. Dan kegiatan seperti inilah yang justru ditingkatkan karena ini merupakan wujud peningkatan keimanan. Indikator dari meningkatkan sebuah keimanan itu adalah sejauhmana peningkatan ibadahnya masing-masing,'' jelas Tarjoko.

Tarjoko menambahkan, setiap tempat ibadah vihara itu mempunyai caranya masing-masing karena umat Buddha itu punya banyak majelis.

''Di setiap majelis itu memiliki caranya masing-masing, baik itu cara ritual maupun ceremonialnya berbeda-beda termasuk juga cara melakukan ibadahnya,'' pungkasnya.

Tarjoko juga berharap, ibadah harus lebih ditingkatkan, menjalin kerukunan umat beragama dan yang lebih penting yakni membangun kualitas anak-anak dalam dunia pendidikan keagamaan.

''Karena bagaimanapun anak-anak merupakan harapan bangsa dan juga sebagai generasi penerus bangsa kedepannya,'' pungkasnya.

Pengurus Persamuan Umat Buddha Pekanbaru, Surya Lim, kepada wartawan menjelaskan, Dewi Kwan Im dikenal dalam Buddhisme itu Bodhisatwa.

''Bodhisatwa itu murid-murid sang Budha. Oleh masyarakat Tionghoa mengenal sebagai sosok Dewi Pelindung atau malaikat-malaikat pelindung. Orang Tionghoa pada hari ini bulan enam hari ke 19 penanggalan Imlek adalah Hari Besar Dewi Kwan Im,'' kata Surya.

''Jadi saya menyebutkan ini Hari Besar. Dimana masyarakat Tionghoa melakukan syukuran Hari Besar Dewi Kwan Im. Jadi bukan Hari Ulang Tahun karena kita kan tidak tahu apakah malaikat itu ulang tahun. Kita mengenal dengan sebutan Hari Besar. Dengan demikian, budaya Tionghoa itu melakukan sembahyang bersama. Dan di tempat kita ini Jalan Sempurna Gang Flamboyan, Persamuan Umat Buddha (PUB) Pekanbaru memangku altar Dewi Kwan Im. Kita punya altar Dewi Kwan Im, maka kita mengadakan syukuran masyarakat. Hadirlah sejumlah umat Buddha untuk bersembahyang. PUB kita melakukan berbagai kegiatan seperti Liam Keng, ritual Lok Tang, dan juga dimeriahkan Barongsai dari HTT,'' urai Surya.

Untuk agenda kegiatannya, lanjut Surya, sembahyang bersama, pemberkahan-pemberkahan Dewi Kwan Im dan juga ada sebuah perbuatan kebajikan melepas satwa seperti burung. ''Kita maknai Hari Besar atau syukuran ini harus ada kegiatan-kegiatan kebajikan,'' kata Surya.

Sementara itu Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Pekanbaru, Doni B.Bus mengatakan, kegiatan tersebut harus disambut dengan gembira.

''Dalam agama Buddha ini kita mengenal adanya Dewa-Dewi. Nah, kegiatan saat ini merupakan Hari Besar Dewi Kwan Im. Dewi Kwan Im ini kita kenal sebagai Dewi Welas Asih dan tentunya kita berbahagia bisa mengajak umat berkumpul bersama, berdoa bersama. Karena ini merupakan hari besar yang dalam satu tahunnya selalu kita tunggu-tunggu,'' kata Doni.

Doni berharap, setiap PUB Mahasthamaprapta semakin ramai, bisa membawa manfaat yang positif bagi kehidupan umatnya.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Tokoh Tionghoa Pekanbaru Anton Kasdi, Tokoh Buddhis Pekanbaru Romo Toni. (fat)

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB