peristiwa

Pekerja Proyek Jembatan Sintong Tewas Tertimpa Besi Alat Berat Crane, PT Arkindo Lalai?

Selasa, 22 Agustus 2023 | 17:47 WIB
Ilustrasi proyek Jembatan Sintong, di Kepenghuluan Sintong Bakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. (f: istimewa)

ROKAN HILIR, RIAUSATU.COM – Seorang pekerja proyek pembangunan jembatan di Kepenghuluan Sintong Bakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, tewas diduga akibat kecelakaan kerja setelah tertimpa bagian atas besi alat berat crane pancang yang patah.

Proyek pembangunan jembatan Sintong, yang dibiayai oleh Dana Anggaran APBD Rohil 2023 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir, dilaksanakan oleh PT Arkindo. Nilai anggaran proyek ini mencapai Rp51.563.303.956.17 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 210 hari.

Kejadian kecelakaan tragis ini terjadi pada Jumat (18/08/2023) sekira pukul 11.00 WIB. Namun, informasi mengenai kecelakaan baru menyebar ke masyarakat setelah dua hari berlalu.

Sumber menyebutkan bahwa terdapat dugaan bahwa pihak PT Arkindo berusaha menutupi kejadian ini dari publik.

Dikutip dari sumber media dan beberapa warga sekitar, korban adalah seorang pria dari Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Namun, identitas korban masih belum jelas.

Menurut sumber, korban berada di dekat alat berat crane pancang yang sedang beroperasi ketika bagian ujung crane tiba-tiba patah dan menimpa kepala serta wajah korban.

Setelah kejadian tersebut, korban dilarikan ke praktek bidan terdekat di Dusun Sigulamo, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal sebelum mencapai rumah sakit di Duri. Jenazahnya kemudian dibawa oleh keluarga korban ke Rengat.

Pada kunjungan awak media ke lokasi proyek jembatan pada Sabtu (19/08/2023), terlihat bahwa tidak ada langkah pengamanan atau pagar penghalang yang umumnya digunakan pada proyek konstruksi.

Padahal, proyek ini sudah berjalan selama tiga bulan lebih, tetapi belum tampak adanya implementasi sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dari pihak kontraktor, PT Arkindo.

Sumber-sumber juga mengkhawatirkan aktivitas warga yang masih berlanjut di lokasi proyek, termasuk lalu lintas warga yang berpotensi mengalami kecelakaan karena tidak adanya penghalang atau pengaman yang memadai.

Sumber yang sama juga menekankan pentingnya perhatian dari pihak berwenang terkait kondisi ini, karena kekurangan pengamanan dapat membahayakan warga yang melintas di lokasi tersebut.

Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Rokan Hilir, Irvan, membenarkan kejadian kecelakaan di proyek Jembatan Sintong, tetapi menjelaskan bahwa korban adalah seorang tukang masak di proyek tersebut. Namun, masih belum jelas apakah korban tersebut merupakan bagian dari perusahaan kontraktor, PT Arkindo.

Pertanyaan mengenai ketidakadaan pengamanan di lokasi proyek hingga saat ini masih belum mendapatkan jawaban dari pihak kontraktor

Seperti pernah diberitakan media siber ini,  PT Arkindo yang beralamat di Jalan Puragabaya No. B9 Kota Bandung, Jawa Barat ditetapkan Pokja Pemilihan sebagai pemenang tender dengan harga penawaran Rp51.563.303.956,17, setelah tiga perusahaan yang memasukkan penawaran dinyatakan gagal/tidak lulus karena tidak menyampaikan Jaminan Penawaran.

PT Arkindo diduga perusahaan rental, dibawa oleh seseorang berinisial Al, pengusaha keturunan dari Duri. Penetapan pemenang proyek Jembatan Sintong ini lagi dalam tahap penyelidikan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kualisi Indonesia Bersih (KIB) Riau. ***

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB