peristiwa

Panji Gumilang Sebut Masjid Tempat Orang Putus Asa, Ini Respons BKPMRI

Sabtu, 22 Juli 2023 | 15:26 WIB
Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Datok Said Aldi Al Idrus. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Sejak zaman Rasulullah SAW sampai sekarang, masjid telah menjadi tempat ibadah sekaligus menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat Islam di dunia.

Maka dari itu, sebut Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), H Datok Said Aldi Al Idrus, keberadaan masjid tidak dapat dipisahkan dari umat Islam.

"Selain itu, masjid juga tempat subur berkembangnya nilai-nilai kebudayaan masyarakat Islam di dunia,” ujar Said Aldi, kepada wartawan melalui sambungan selular, Sabtu (22/7/2023).

Said Aldi merasa perlu meluruskan pernyataan Pimpinan Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang yang mengatakan, masjid sebagai tempat orang-orang putus asa dan yang masuk ke masjid adalah orang-orang pelit dan baru akan memberikan sedekah setelah kotak diedarkan.

Sesungguhnya, ungkap Said Aldi, masjid adalah pusat dakwah, pendidikan, dan ekonomi. Semua telah diwujudkan dengan cara-cara yang baik, santun, dan kreatif. Karena kreativitas masjid telah memberikan dampak positif bagi umat Islam.

Said Aldi meminta Panji Gumilang tidak lagi membuat pernyataan kontroversi untuk mencari perhatian, karena sangat menyinggung perasaan umat islam.

"Sebagai seorang pemimpin pesantren, ia harusnya berfikir positif, cerdas, dan mendidik. Tidak seharusnya ucapan yang keluar itu mengundang kontroversi dan kemarahan umat Islam," tuturnya.

Apalagi, saat ini Panji Gumilang tengah berurusan dengan hukum. Lebih baik fokus saja dengan urusan hukumnya ketimbang mengeluarkan statemen yang tidak berlandaskan keislaman dan keindonesiaan, ketus Said Aldi.

Said Aldi juga menjelaskan, selain menjadi pusat peradaban, pendidikan, perkembangan ekonomi dan kreativitas, masjid juga merupakan instansi sosial, pemerintahan, dan bahkan administrasi.

Dengan peran sentral tersebut, dapat diketahui dan disimpulkan, bahwa peradaban umat Islam itu dibangun dari masjid yang pada akhirnya kemajuan peradaban berkembang mewarnai kehidupan masyarakat.

Saat ini, jelas Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ini, keberadaan masjid di Indonesia telah mencapai 1 juta dan jumlah pengurusnya mencapai 20 juta orang.

"Sejarah mencatat, ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, yang pertama dibangun Baginda Nabi Muhammad SAW adalah masjid, yakni Masjid Quba, kemudian Masjid Nabawi di Madina,” papar Said Aldi.

Itulah peradaban, tukasnya. Peradaban Islam di dunia itu meluas dan dibangun dari masjid. Sejak tahun 610 Masehi, sudah menjadi pusat peradaban.

"Di Masjid Nabawi, peradaban Islam pertama dibangun oleh Rasulullah SAW, dan kemudian menyebar ke seluruh dan pelosok dunia,” pungkas Said Aldi. ***

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB