PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Prihatin dan menyesatkan! Itu komentar Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menanggapi pernyataan pihak PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang menyebutkan tewasnya tiga pekerjanya di Wilayah Kerja (WK) Rokan di waktu jam istirahat.
‘’Prihatin, pernyataan pihak PT PPLI bahwa kecelakaan kerja terjadi diwaktu jam istirahat, menurut saya terkesan menyesatkan,’’ tulis Yusri Usman melalui pesan WhatsApp, dari Jakarta, Ahad (26/2/2023) siang.
Sebab, sependek pemahamannya, kegiatan PT PPLI dalam lingkup operasi, tidak mengenal istilah jam istirahat, seperti kegiatan proyek.
Seperti diberitakan riausatu.com, PR & Legal Manager PT PPLI, Arum Tri Pusposari mengatakan, sehubungan dengan insiden yang terjadi di lokasi Balam, Kelurahan Bangko Bakti, PPLI saat ini dibantu oleh PHR dan SKK Migas masih melakukan investigasi.
‘’Karena peristiwa terjadi pada jam istirahat di mana tidak ada jadwal kegiatan untuk berada dalam area kejadian, maka kami sedang mendalami motif dari para korban sehingga insiden tersebut bisa terjadi,’’ demikian sebut Arum, dalam keterangan tertulisnya.
Berita Terkait:
https://www.riausatu.com/otonomi/4297729919/3-karyawannya-tewas-jatuh-ke-kontainer-limbah-saat-bekerja-ini-pernyataan-pt-ppli
Terpisah, pakar lingkungan Dr Elviriadi berpendapat, peristiwa tewasnya tiga pekerja PT PPLI di WK PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akibat tidak menerapkan SOP (Standard Operating Procedure) dan kelalaian pengawas kerja saat berkeja di Comvinfest (daerah ruang tertutup).
‘’Korban yang masih terekspos baru dari internal, di eksternal juga banyak seperti masyarakat menjadi korban limbah Blok Rokan, dan limbah itu yang dari dulu sampai dengan sekarang dibagi-bagi sebagai proyek di atas kerugian material dan immaterial yang dialami masyarakat, dan belum terekspos secara khusus,’’ pungkasnya. ***