Angka tahun ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 sebesar 4.257,6 hektare, 2023 seluas 2.141,2 hektare, 2022 sebesar 2.726,1 hektare, 2021 seluas 6.509,7 hektare, dan 2020 mencapai 14.643,9 hektare. Namun, luas karhutla tahun ini masih berada di bawah semester pertama 2019 yang mencapai 28.214,6 hektare.
Ferdian menegaskan, data tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk tidak lengah, terutama karena sebagian wilayah Riau mulai memasuki puncak musim kemarau.
"Yang terpenting bukan sekadar membandingkan besar kecilnya luasan kebakaran setiap tahun, tetapi bagaimana seluruh elemen dapat memperkuat patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta merespons secepat mungkin apabila ditemukan titik api. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling efektif agar karhutla tidak berkembang menjadi lebih luas," tutupnya, dilansir riau.go.id.***