peristiwa

Luar Biasa! Harta Zita Anjani Utusan Khusus Presiden Bertambah Rp100 Miliar dalam 2 Tahun

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59 WIB
Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. (f: wikepedia)

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Lonjakan harta kekayaan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menjadi perhatian publik setelah laporan harta kekayaannya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kurun waktu sekitar dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan putri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan itu tercatat mencapai Rp109,32 miliar pada laporan periodik 2025.

Jika dibandingkan dengan laporan saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta pada 2023 yang sebesar Rp9,16 miliar, maka nilai kekayaan Zita bertambah sekitar Rp100,16 miliar dalam rentang waktu dua tahun.

Kenaikan tersebut membuat harta kekayaan Zita meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan posisi awal pada 2023.

Data itu kemudian memicu beragam tanggapan dan diskusi di ruang publik mengenai pertumbuhan kekayaan pejabat negara yang tercermin dalam laporan LHKPN.

Dokumen LHKPN yang dirilis KPK, pada Selasa, 17 Juni 2026, menunjukkan pertumbuhan kekayaan Zita berlangsung secara bertahap dalam beberapa periode pelaporan.

Pada 2023, total kekayaannya tercatat sebesar Rp9,16 miliar.

Saat mulai menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden pada November 2024, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp47,65 miliar.

Kenaikan kembali terjadi pada laporan berikutnya di akhir 2024 ketika total kekayaannya mencapai Rp89,75 miliar.

Selanjutnya, dalam laporan periodik 2025, nilai kekayaan yang dilaporkan bertambah menjadi Rp109,32 miliar.

Secara keseluruhan, akumulasi peningkatan harta kekayaan Zita selama periode tersebut mencapai Rp100,16 miliar atau rata-rata lebih dari Rp4 miliar per bulan.

Didominasi Aset Properti

Berdasarkan rincian dalam dokumen LHKPN, total kekayaan bersih Zita Anjani sebesar Rp109.325.511.209 ditopang oleh sejumlah aset yang tersebar dalam berbagai instrumen.

Menariknya, dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya utang, sehingga seluruh nilai kekayaan yang dilaporkan merupakan kekayaan bersih.

Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp52,29 miliar yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Depok, Lampung Selatan, dan Jakarta Timur.

Halaman:

Tags

Terkini