peristiwa

Gejala Virus Nipah Sulit Dikenali, Dokter Sarankan Seperti Ini

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:45 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com) ( )

JAKARTA,  RIAUSATU.COM - Di tengah berkembangnya situasi global virus Nipah, edukasi mengenai diagnosis yang tepat serta langkah pencegahan yang efektif menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat.

Penyakit zoonosis ini dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi dan sering kali sulit dikenali pada tahap awal, karena gejalanya menyerupai infeksi saluran pernapasan lain.

Dokter Spesialis Paru dr. Ariani Permatasari, Sp.P (K) menegaskan, virus Nipah tidak dapat dipastikan hanya melalui pengamatan gejala klinis.

Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah krusial untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan medis yang tepat.

Menurutnya, ketika seorang pasien masuk dalam kategori suspek infeksi virus Nipah, pemeriksaan molekuler harus segera dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus.

"Bila dicurigai seorang pasien dengan kasus suspek atau probable infeksi virus Nipah dapat dilakukan pemeriksaan RNA Nipah Virus," kata dokter Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSUD dr Soetomo Surabaya itu kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026) malam.

"Melalui deteksi molekuler seperti pemeriksaan konvensional PCR atau RT-PCR pada usap pernapasan, urine, atau cairan serebrospinal atau Kultur positif Nipah Virus dari usap pernapasan, urin dan cairan serebrospinal,” imbuhnya.

Pemeriksaan PCR atau RT-PCR berfungsi mendeteksi materi genetik virus dari sampel tubuh pasien.

Hasil ini menjadi dasar utama dalam menetapkan status infeksi sekaligus menentukan langkah medis lanjutan.

Apabila hasil pemeriksaan mengarah pada infeksi virus Nipah, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk seluruh kategori kasus membutuhkan perhatian serius.

“Kasus suspek, probable, dan konfirmasi harus segera dirujuk ke rumah sakit rujukan dan diisolasi untuk selanjutnya diberikan tatalaksana lebih lanjut,” ujar dr. Ariani.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum tersedia pengobatan spesifik untuk menyembuhkan virus Nipah. Penanganan medis yang diberikan bersifat simptomatis dan suportif, dengan tujuan membantu tubuh pasien menghadapi infeksi serta meringankan gejala yang muncul.

Untuk itu keberhasilan penanganan virus Nipah sangat bergantung pada kondisi pasien saat pertama kali mendapatkan perawatan. Tingkat keparahan penyakit menjadi faktor utama yang memengaruhi prognosis.

"Prognosis nya tergantung derajat berat penyakit saat datang serta pada orang-orang usia lanjut dan memiliki komorbid bisa memberikan prognosis yg buruk,” sambungnya.

Termasuk kelompok usia lanjut dan pasien dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan kondisi, sehingga deteksi dini dan penanganan cepat menjadi sangat penting.

Halaman:

Tags

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB