peristiwa

Sinkhole Muncul di Sumbar, Ini Kata Pakar Geologi UGM

Kamis, 8 Januari 2026 | 21:03 WIB
Lubang besar di Limapuluh Kota, Minggu (4/1/2025). (f: BPBD Limapuluh Kota/kompas.com)

Selain penguatan tanah, perbaikan drainase dan pengaturan aliran air juga menjadi bagian penting dari mitigasi. Air merupakan faktor utama yang mempercepat pelarutan batuan dan erosi, sehingga pengelolaan air permukaan yang baik dapat mengurangi tekanan pada sistem bawah tanah.

Pada area yang memiliki infrastruktur, Wahyu menilai rekayasa struktur penguatan pondasi juga perlu dipertimbangkan agar bangunan atau fasilitas umum tidak berada dalam kondisi rawan.

Fenomena sinkhole, menurut Wahyu, memang sulit dicegah sepenuhnya karena merupakan proses alam yang dapat berlangsung lama dan tidak selalu terlihat di permukaan.

Namun, dampaknya masih bisa diminimalkan apabila masyarakat dan pemerintah lebih peka terhadap tanda-tanda awal.

Ia menyebutkan beberapa gejala yang patut diwaspadai, seperti permukaan tanah yang mulai retak dan turun perlahan, bangunan atau pohon yang mendadak miring atau bergeser, perubahan aliran air yang tidak biasa, hingga munculnya lubang kecil yang perlahan membesar.

Tanda-tanda ini, meski terlihat sederhana, dapat menjadi petunjuk awal bahwa ada perubahan struktur di bawah permukaan.

Wahyu mengimbau agar wilayah-wilayah yang berada di kawasan karst dan area rawan lainnya mendapat perhatian serius dalam hal pemetaan risiko.

Pemerintah, menurutnya, perlu melakukan survei geologi untuk memetakan zona yang berpotensi sinkhole sehingga pembangunan, aktivitas pertanian, hingga pengelolaan air bisa disesuaikan dengan kondisi geologi setempat.

Di saat yang sama, masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan gejala-gejala mencurigakan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih cepat.

Edukasi bersama menjadi kunci agar warga memahami bahwa sinkhole bukan sekadar lubang misterius, melainkan fenomena geologi yang memiliki pola, faktor pemicu, dan strategi mitigasi yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko. Kejadian sinkhole di Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi pengingat bahwa ancaman bencana di Sumatera Barat tidak hanya datang dari hujan ekstrem, banjir, atau longsor, tetapi juga dari proses yang terjadi secara diam-diam di bawah tanah.

Ketika faktor geologi bertemu dengan cuaca ekstrem seperti yang dipicu Siklon Senyar, risiko sinkhole dapat meningkat.

Dengan pemantauan yang lebih baik, tata guna lahan yang lebih bijak, sistem drainase yang memadai, serta kewaspadaan masyarakat, dampak bencana geologi ini masih dapat ditekan sebelum berubah menjadi ancaman yang lebih luas.***

Halaman:

Tags

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB