Alasan “lupa password” mungkin terdengar sepele, namun nilai ekonomi proyek yang diperebutkan membuat banyak pihak sulit mempercayai itu murni kelalaian.
Tidak sedikit yang menganggap kasus ini sebagai ujian integritas bagi tata kelola pengadaan di sektor hulu migas.
Apakah alasan teknis benar-benar telah mengubah pemenang tender triliunan rupiah? Atau ada tangan-tangan lain yang berperan di balik layar.
Jawabannya kini berada di meja auditor negara. ***