peristiwa

Belajar ChatGPT hingga Etika Digital, BI Kalteng Latih Jurnalis Melek AI

Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:23 WIB
Belajar ChatGPT hingga Etika Digital, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah melatih para jurnalis untuk melek AI, di Hotel Millenium, Jakarta, pada Kamis, 9 Oktober 2025. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah (BI Kalteng) mengajak insan pers untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mendukung kerja jurnalistik yang adaptif dan beretika di era digital.

Melalui kegiatan Forum Komunikasi Media (FKM) 2025, BI Kalteng memberikan pelatihan bagi para jurnalis untuk mengenal langsung pemanfaatan AI, termasuk penggunaan platform seperti ChatGPT dan Grok.

Kegiatan yang digelar di Hotel Millenium, Jakarta, pada Kamis, 9 Oktober 2025, mengusung tema “Peran Media Sebagai Mitra Strategis Bank Indonesia di Era Digital.”

Forum ini menjadi ruang sinergi antara BI dan media massa, sekaligus ajang peningkatan kapasitas jurnalis di tengah pesatnya perubahan teknologi informasi.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Ardian Pangestu, mengatakan, jurnalis harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam penyajian informasi kepada publik.

“Forum ini menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan keahlian jurnalis di Kalimantan Tengah. Tahun ini kami fokus belajar tentang AI dan etika penggunaannya dalam jurnalisme,” ujar Ardian dalam sambutannya.

Ia berharap pelatihan ini dapat memperluas wawasan jurnalis tentang teknologi baru tanpa mengabaikan prinsip dasar etika dan keakuratan berita.

Kegiatan menghadirkan Haresti Asysy Amrihani, praktisi media sekaligus kandidat doktor Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Haresti menjelaskan bahwa AI kini menjadi alat bantu penting dalam berbagai tahapan kerja jurnalistik, mulai dari penyaringan informasi, penulisan otomatis, analisis tren, hingga deteksi hoaks.

“AI bukan untuk menggantikan peran jurnalis, melainkan membantu meningkatkan efisiensi kerja dan memperluas jangkauan liputan. Kuncinya adalah kolaborasi antara kemampuan manusia dan teknologi,” jelas Haresti.

Ia juga menegaskan pentingnya literasi digital agar jurnalis memahami cara kerja algoritma, etika penggunaan AI, serta potensi risikonya seperti deepfake dan manipulasi data.

“Jika jurnalis tidak memahami perkembangan teknologi, mereka bisa tertinggal. Jurnalis adalah garda terdepan penyampai informasi yang dapat dipercaya, maka kemampuan memanfaatkan AI kini menjadi bagian dari kompetensi utama,” ujarnya.

Selain sesi paparan, peserta forum juga mengikuti simulasi penggunaan berbagai alat berbasis AI.

CEO Belajarlagi, Faiz Ghifari, turut hadir memandu praktik penggunaan platform seperti ChatGPT dan Grok untuk mendukung peliputan, riset, serta analisis data berita.

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB