peristiwa

Guru Besar UNM Apresiasi Sekolah Rakyat Prabowo, Menyasar Putus Sekolah dan Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:28 WIB
Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM).

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Presiden Prabowo Subianto baru beberapa bulan menjabat, namun salah satu program andalannya, sekolah rakyat, mulai mencuri perhatian kalangan akademisi.

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., menilai program ini bukan sekadar proyek pendidikan, melainkan strategi besar memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Sekolah rakyat dengan model asrama menjamin anak-anak miskin tidak hanya bersekolah, tetapi juga mendapat nutrisi dan pembinaan karakter. Di situlah nilai strategisnya,” ujar Harris, yang kini menjabat Wakil Rektor Universitas Jayabaya Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Menjawab Putus Sekolah

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angka putus sekolah di Indonesia masih tinggi, terutama di daerah tertinggal.

Anak-anak dari keluarga miskin kerap meninggalkan bangku pendidikan untuk membantu ekonomi keluarga.

Situasi ini membuat rantai kemiskinan sulit diputus.

Di titik inilah sekolah rakyat hadir. Dengan sistem asrama, pemerintah menyediakan tempat tinggal, makan, hingga fasilitas belajar.

Menurut Harris, pola itu tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup siswa.

“Keluarga miskin dengan anak putus sekolah sangat mungkin melahirkan generasi miskin berikutnya. Program ini mencoba menghentikan siklus itu,” katanya.

Pilar Ketahanan Nasional

Harris, yang juga Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), menekankan bahwa program ini harus dilihat dalam kerangka lebih besar: ketahanan nasional.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu fondasi utama bangsa, sejajar dengan ketahanan energi, pangan, dan keamanan yang kini menjadi fokus pemerintahan Prabowo.

“Kalau sekolah rakyat dan makan bergizi gratis konsisten berjalan, kita bicara bukan hanya soal pendidikan, tapi juga ketahanan bangsa,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB