Di forum konsolidasi itu, Munir juga memaparkan agenda kerjanya.
Ia menyiapkan program konsolidasi menyeluruh pascadualisme, pembangunan ekosistem pers nasional, hingga penguatan media lokal melalui digitalisasi kelembagaan.
Uji kompetensi wartawan, pelatihan berjenjang, dan workshop digital menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas anggota.
Dukungan mayoritas PWI provinsi terhadap Munir disebut bukan sekadar soal elektabilitas, melainkan juga kepercayaan.
Setelah tarik-ulur dukungan dan perpecahan pasca-KLB 2024, figur pemersatu dianggap kebutuhan mendesak.
“Munir diyakini mampu mengembalikan marwah PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia,” kata salah seorang pengurus PWI yang hadir.
Kongres PWI 2025 di Cikarang pun diperkirakan menjadi momentum penting.
Jika terpilih, Munir akan memimpin PWI pada periode 2025–2030, periode yang dipandang krusial bagi masa depan organisasi wartawan tertua di Indonesia itu. ***