peristiwa

Polda Riau Gelar Bakti Religi dan Peduli Lingkungan Bersama Ustad Abdul Somad, Sampaikan Pesan Mendalam Menjaga Alam dan Amanah

Kamis, 19 Juni 2025 | 06:37 WIB

 

 

KAMPAR, RIAUSATU.COM - Dalam suasana malam yang khidmat di bumi perkemahan Tanjung Belit, Kabupaten Kampar, Polda Riau menggelar rangkaian kegiatan Bakti Religi dan Peduli Lingkungan sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Rabu 18 Juni 2025 malam.

Acara yang bertema "Tak Kan Hilang Melayu di Bumi, Melindungi Tuah Menjaga Marwah" ini menghadirkan sinergi luar biasa antara pemimpin daerah, tokoh nasional, dan masyarakat setempat.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Gubri Abdul Wahid, Wakapolda Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, serta jajaran Forkopimda, Bupati/Walikota se-Riau, dan tokoh-tokoh inspiratif seperti Ustad Abdul Somad (UAS) serta Rocky Gerung hadir dalam acara tersebut. Ratusan warga Tanjung Belit pun turut serta dalam kegiatan yang penuh makna ini.

Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Kapolda Riau yang menyentuh hati, menekankan pentingnya menjaga alam dan nilai kemanusiaan. Puisi tersebut kemudian dilanjutkan oleh seniman Remond Damora dan alunan musik dari Prof Tomy Awe, semakin membangkitkan kecintaan terhadap bumi dan akar budaya Melayu.

Puncak acara adalah ceramah yang disampaikan Ustad Abdul Somad. UAS menyampaikan pesan mendalam tentang makna penanaman pohon sebagai simbol iman yang hidup dalam tindakan nyata.

Ustadz Abdul Somad memuji langkah Polda Riau yang menggunakan pohon asli, bukan dekorasi plastik, sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan.

"Biasanya saya lihat pohon-pohon plastik, tapi malam ini saya terharu, semuanya asli. Ini bukan sekadar simbol, ini bukti bahwa kita bisa menjaga amanah dengan sungguh-sungguh," ujar Ustad Abdul Somad.

Sebelum ceramah, Polda Riau telah melakukan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan di perairan setempat. Aksi nyata ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

UAS menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah agama, mendorong tanggung jawab sosial dan ekologis.

"Kita menanam bukan karena disuruh undang-undang, tapi karena diperintahkan agama. Dan agama tidak pernah bilang cukup," tegasnya.

Kegiatan ini memperlihatkan peran Bhayangkara tidak hanya sebagai pengayom dan penegak hukum, tetapi juga sebagai pelestari lingkungan dan budaya.

Semangat Hari Bhayangkara ke-79, "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," terwujud dalam setiap aksi nyata untuk menjaga keberlanjutan nilai, alam, dan kemanusiaan di Bumi Melayu. ***

 

Tags

Terkini

Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:03 WIB

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB