Zulmansyah Sekedang meresmikan pengurus baru PWI Kepri, PWI Batam, dan IKWI Kepri Dari etika jurnalistik hingga harapan sinergi dengan pemerintah, semua dibahas di podium.
BATAM, RIAUSATU.COM – Hari belum sepenuhnya siang ketika satu per satu tamu mulai memadati Ballroom Hotel Planet Holiday, Batam, Rabu, 7 Mei 2025. Ruangan itu disulap menjadi arena seremoni besar-besaran yang tak biasa.
Tiga organisasi sekaligus dilantik dalam satu tarikan waktu: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau Sisa Masa Bakti 2023-2028, PWI Kota Batam 2025-2028, dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kepri Sisa Masa Bakti 2023-2028.
Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyebut pelantikan ini sebagai yang terpanjang dalam sejarah PWI. Pernyataan itu bukan sekadar bualan.
Daftar nama yang dibacakan dan dikukuhkan tampak seolah tiada habisnya, diselingi prosesi budaya tari sekapur sirih sebagai penanda penghormatan bagi para tamu kehormatan.
“Ini pelantikan paling panjang yang pernah saya jalani,” kata Zulmansyah, membuka sambutan. “Tapi lebih dari seremoni, ini tentang tanggung jawab moral.”
Zulmansyah berbicara lantang soal pentingnya integritas di tengah derasnya arus informasi.
Ia menegaskan bahwa wartawan harus tetap berdiri di garis etik, menjadi penyeimbang dalam demokrasi, bukan alat propaganda apalagi pemecah belah.
“Jadilah mitra pembangunan. Kritik itu wajib, tapi jangan menyerang pribadi. Kode etik harus jadi pijakan,” katanya, disambut tepuk tangan.
Turut hadir dalam prosesi ini Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Wina Armada Sukardi, Wasekjen Novrizon Burman, serta jajaran pengurus pusat IKWI.
Pejabat daerah pun datang berbondong, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Kepri dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Seremoni pelantikan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PWI dengan beberapa mitra strategis.
Di antaranya adalah Pemerintah Provinsi Kepri yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hasan.
Ia menerima penghargaan mewakili Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang berhalangan hadir.
“Kami nyaman bekerja sama dengan PWI. Wartawan yang profesional itu aset pembangunan,” ujar Hasan dalam pidatonya.