PEKANBARU, RIAUSATU.COM — Dua pekerja dari perusahaan mitra PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dilaporkan meninggal dunia di wilayah kerja Blok Rokan, Riau, dalam rentang waktu tiga hari.
Kedua korban diketahui mengalami keluhan pada bagian dada sebelum meninggal dunia.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (18/4/2025). Korban berinisial FEA (37), seorang Lineman dari PT Wahanakarsa Swandiri (WKS), mengeluhkan sesak di dada saat beristirahat di shelter lokasi Ubi 13, Rokan Hilir.
Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Sedinginan dan mendapatkan pertolongan medis, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.20 WIB.
Tiga hari berselang, pada Senin (21/4/2025), korban kedua berinisial HS (42), sopir truk dari PT SGJ (diduga PT Sumi Gita Jaya), juga mengalami keluhan serupa.
Saat kembali ke area Manggala Yard usai mengantar material gravel ke sumur P-UBI25-08, HS mengeluh sakit pada ulu hati dan dada.
Ia dibawa ke Puskesmas Tanah Putih pada pukul 17.15 WIB dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB.
Kedua insiden tersebut terjadi tidak lama setelah kasus meninggalnya dua anak yang tenggelam di kolam lumpur bekas kegiatan eksplorasi PHR di Rantau Kopar, Rokan Hilir, pada Selasa (22/4/2025).
Hingga saat ini, PT Pertamina Hulu Rokan serta dua perusahaan mitra terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kematian para pekerja.
Saat dimintai konfirmasi, Staf Humas PHR Wilayah Rokan, Tinta, menyampaikan, “Terima kasih atas konfirmasinya, kami akan cek ke tim dan mitra kerja terkait.” ***
Sumber: Sabang Meraukenews