PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025 di Lapangan Apel Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Kamis 20 Maret 2025.
Apel gelar pasukan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid, Danrem 031 Wira Bima, perwakilan Forkopimda, Wakapolda Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, Pejabat Utama Polda Riau serta personel yang terlibat.
Dalam apel tersebut, Irjen Pol Herry Heryawan membacakan amanat dari Kapolri yang menekankan pentingnya pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.
Operasi ini juga merupakan komitmen sinergisitas TNI-Polri dengan stakeholder terkait untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1446 H.
"Tujuan utama dari operasi ini memastikan seluruh masyarakat Riau dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman, tanpa kendala berarti," ujar Irjen Herry Heryawan.
Lanjut Irjen Herry Heryawan, Polda Riau bersama Polres jajaran melibatkan sebanyak 3.452 personil.
Tak hanya kepolisian, operasi ini juga melibatkan instansi terkait seperti TNI, Forkopimda, dan lembaga lainnya dengan total 1.561 personel.
"Operasi ini tidak hanya sekedar menjaga kelancaran lalu lintas, namun juga memastikan bahwa tempat-tempat yang ditinggalkan oleh pemiliknya, seperti pemukiman warga, tetap aman dari gangguan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," jelas Irjen Herry Heryawan.
Polda Riau dan jajaran juga telah menyiapkan 37 Pos pengamanan dan 22 Pos Pelayanan serta 4 Pos terpadu.
Pos-pos ini akan menjadi titik fokus untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat melaksanakan perjalanan mudik.
Irjen Herry Heryawan menjelaskan ada sebanyak 1.359 sasaran pengamanan yang mencakup berbagai lokasi vital di Provinsi Riau, diantaranya 14 terminal, 23 pelabuhan, 77 pusat perbelanjaan, 96 tempat wisata dan 1.144 lokasi tempat sholat Idul Fitri.
Selain itu, lima bandara yang ada di wilayah Provinsi Riau juga menjadi bagian dari sasaran pengamanan tersebut.