peristiwa

Eks Bupati dan Istri Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Sang Adik Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah

Sabtu, 10 Agustus 2024 | 10:14 WIB
Aparat kepolisian memasang garis polisi dalam peristiwa penemuan jenazah pasangan lansia yang ditemukan tewas di rumahnya Jalan Gurita IV, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (8/8/2024) malam. (f: kompas.com)

DENPASAR, RIAUSATU.COM - Mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (84); dan istrinya, AA Sri Wulan Trisna (66); ditemukan dalam kondisi meninggal di rumahnya, Jalan Gurita IV, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Kamis (8/8/2024).

Adik IB Ardana, Ida Bagus Lilik Sudirga, menceritakan kronologi penemuan jenazah korban. Mulanya, anak IB Ardana dan suami berkunjung ke rumah orangtuanya.

Saat putri IB Ardana menelepon ponsel ibunya, panggilannya tak kunjung dijawab. "Selanjutnya sang menantu naik pagar dan ditengok, ternyata ibunya dilihat dalam kondisi tidur, tidak bergerak, pakai selimut yang posisinya ada di kamar," ujarnya, Jumat (9/8/2024), dikutip dari Tribun Bali, dilansir kompas.com.

Menantu IB Ardana lantas melaporkan hal tersebut ke ketua lingkungan setempat.

Kepala Lingkungan Karya Darma Putu Gede Igar Bramandita mengatakan, jenazah pasutri itu ditemukan di dua ruangan berbeda.

Jasad IB Ardana ditemukan di dapur, sedangkan AA Sri Wulan Trisna di kamar.  "Kamarnya dikunci. Dibuka jendela, di situlah ibu dan baunya sudah menyengat," ucapnya, Kamis.

Bramandita menuturkan, warga sempat curiga karena pasutri itu sudah beberapa hari tak keluar rumah. Padahal, IB Ardana dikenal sebagai warga aktif.

Menurut Bramandita, korban sering berolahraga dan memberi makan kucing liar di sekitar area rumahnya. Saat ini, polisi sedang menyelidiki kasus ini.

"Penyebab pasti kematian (kedua korban) masih dalam penyelidikan lanjut," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Jumat.

Dua jenazah tersebut kini telah dibawa ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah, Denpasar, untuk diotopsi.

Spesialis forensik RSUP Prof dr IGNG Ngoerah, Hengky, mengungkapkan, lewat otopsi ini timnya akan mendalami ada tidaknya tanda-tanda kekerasan, zat kimia dalam tubuh korban, dan riwayat penyakitnya.

Mengenai waktu kematian, korban diperkirakan telah meninggal beberapa hari.

"(Perkiraan kematian) sampai saat ini diperkirakan 72 sampai 96 jam sebelum pemeriksaan," tuturnya, Jumat. Soal siapa yang meninggal lebih dulu, Hengky belum bisa memastikannya.

Untuk diketahui, Ida Bagus Ardana pernah menjabat sebagai Bupati Jembrana selama dua periode, yakni 1980-1985 dan 1985-1990.***

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB