Pemimpin redaksi di Podcast Sembilan ini meraih dua kali Piala Mitra sebagai kritikus terbaik.
Wina menuturkan, penerimaan Anugerah MURI baginya seperti de javu atau mengulang suatu peristiwa kembali.
Hal ini lantaran aya Ayah Wina, Gandhi Sukardi, juga penerima Anugerah MURI dua kali sebagai “penulis surat membaca tiga tahun berturut-turut tanpa henti di surat kabar harian Jakarta Post.”
“MURI menyadarkan kita the limitbis sky, alias batas kemampuan kita adalah ketidakterbatasan itu sendiri,” kata Wina.
Acara Anugerah MURI diakhiri dengan penampilan Erwina yang membawakan lagu Mandarin Klasik, dan lagu Indonesia asal Jawa Timur: “Rek Ayo Rek.” ***