LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM - Sejumlah titik di beberapa nagari di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali dilanda bencana alam, sejak beberapa hari belakangan ini.
Di kawasan Kelok 17 Nagari Koto Alam dilanda longsoran bukit yang menimpa badan jalan, yang terjadi di puluhan titik. Sementara di Nagari Pangkalan, ibukota kecamatan, terjadi musibah berupa banjir.
Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, musibah yang melanda tahun ini dinilai lebih berat. Akibatnya, terpaksa beberapa hari jalur jalan Sumbar-Riau yang melintasi kawasan itu, dialihkan.
Sejumlah elemen masyarakat setempat bergerak cepat memberikan bantuan, termasuk di antaranya Forum Komunikasi Pertambangan Pangkalan. Ini forum sejumlah perusahaan pertambangan batu andesit yang beropeasi di kecamatan itu.
Ketua Forum Komunikasi Pertambangan Pangkalan Alfianto SH mengatakan, forum yang merupakan gabungan sejumlah perusahaan pertambangan batu andesit itu sudah bergerak memberi bantuan sejak hari pertama kejadian.
Perusahaan-perusahaan pertambangan batu andesit yang tergabung ke dalam forum tersebut, yaitu PT Koto Alam Sejahtera (PT KAS), PT Atika Tunggal Mandiri (PT Atum), PT Hasabah, PT BSP, PT Dempo Bangun Mitra, PT ATC, dan PT Pebana Adi Sarana.
Menurut Alfianto, pihaknya bergerak cepat memberikan bantuan, terutama melakukan upaya pembersihan jalan nasional dari timbunan material yang berasal dari bukit-bukit di sisi ruas jalan negara yang tergolong ramai dan sibuk itu.
"Kita mengerahkan sejumlah alat berat untuk itu, termasuk dukungan personil," tambah tokoh yang akrab dengan panggilan Anto Cemara itu. "Sejumlah alat berat itu milik perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalam forum," katanya kepada riausatu.com, Jumat (29/12/2023).
Menurut Anto Cemara, upaya pembersihan jalan nasional itu tidak hanya dilakukan pada siang, tapi juga pada malam hari. "Sangat tergantung dengan kebutuhan di lapangan," imbuh Anto Cemara.
Terutama, menurut caleg Partai Golkar untuk DPRD Limapuluh Kota itu, sejumlah alat berat tersebut digerakkan dari tambang-tambang terdekat dengan titik longsor.
Dalam operasional memberi bantuan di lapangan, menurut Anto Cemara, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota yang dipimpin K. Rahmadinol. "Agar penanganan masalah terarah dan tidak tumpang-tindih," katanya.
Kepala BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol yang dikonfirmasi soal itu belum memberi jawaban. Hubungan kontak langsung maupun chat melalui aplikasi WhatdApp yang dikirim ke Rahmadinol, Jumat (29/12/2023), sampai berita ini tayang belum direspons.
Pada bagian lain Anto Cemara mengatakan, kegiatan seperti itu bukan pertama kali dilakukan oleh forum yang jabatan sekretarisnya dipercayakan kepada Rais dari PT KAS. "Rutin kami lakukan setiap tahun," ungkapnya.
Sebab, menurut Anto Cemara, seluruh unsur di dalam forum sudah memiliki komitmen untuk memberikan bantuan dan upaya pertolongan, terutama bila bencana alam menimpa kawasan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Disebutkan Anto Cemara, kawasan tempat beroperasinya sejumlah perusahaan pertambangan batu andesit itu tergolong sangat rawan dengan bencana alam, terutama longsor dan banjir.***