Sebab, tambahnya, sejauh ini gerakan literasi digital lebih banyak menunjukkan sisi positifnya, seperti pemanfaatan untuk ekonomi kreatif dan pariwisata.
Dalam bukunya itu, Agus Sudibyo menyoroti secara kritis kebiasaan pengguna medsos menyimpan foto-foto pribadi di Facebook atau Instagram. Atau pemanfaatan layanan berbasis teknologi cloud.
Intinya, dia mengingatkan adanya motif ekonomi bisnis di balik layanan platform digital tersebut.
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair, Henri Subiakto, mengatakan buku karya Agus Sudibyo layak menjadi panduan literasi digital khususnya individu.
Dia menyarankan agar buku tersebut perlu dilanjutkan dengan buku literasi digital untuk komunitas dan negara. ***