PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Berbagai komponen masyarakat Riau ramai-ramai menolak SF Hariyanto menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau itu dinilai tidak layak menjadi orang nomor satu di Negeri Lancang Kuning lantaran rekam jejaknya dinilai buruk.
Komponen masyarakat Riau yang menolak mantan Kadis PUPR dan Kadispenda Riau itu di antaranya mahasiswa, ormas, aktivis anti korupsi, bahkan pemuka masyarakat Riau.
Mulai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau, Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Tri Karya (PETIR), Kabinet Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (KM-STIE), sampai Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR).
Berikut alasan sejumlah komponen masyarakat Riau di atas menolak SF Hariyanto menjadi Pj Gubernur Riau, yang mereka sampaikan dalam berbagai kesempatan berbeda.
Pembohongan Publik
Kami menilai SF Hariyanto kurang tepat bila ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Riau. Sosok SF Hariyanto menjadi pembicaraan publik hingga tingkat nasional, dan hal ini menunjukan bahwa dirinya kurang memberikan contoh sebagai tokoh publik.
Sebagai pejabat dan tokoh publik, SF Hariyanto menjadi panutan masyarakat, tapi masyarakat Indonesia malah disuguhkan dengan kehidupan hedon keluarganya.
Tak hanya hidup hedon, SF Hariyanto juga dinilai mahasiswa telah melakukan pembohongan publik yang menggemparkan nasional.
Yang pertama tentang gaya hidup istrinya, tas KW, dan ulang tahun anaknya di ruko. Kami sudah verifikasi semua itu, dan apa yang dia sampaikan bahwa ulang tahun anaknya di toko itu adalah pembohongan publik.
Nanang, Koordinator BEM Nusantara, saat beraudiensi dengan Komisi I DPRD Riau, Kamis (7/9/2023).
Tidak Memenuhi Kriteria
Di dalam pokok-pokok pikiran yang disampaikan FKPMR kepada DPRD Riau, sudah dicantumkan "kriteria calon Pj Gubri". Nama-nama calon yang diusulkan oleh FKPM adalah figur yang memenuhi kriteria tersebut.