PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri), Pekanbaru, menggelar aksi unjuk rasa dipintu gerbang dua Kantor Gubernur Riau Jalan Cut Nyak Dien, Jumat (01/9/2023).
Aksi unjuk rasa mahasiswa ini dalam rangka menagih janji Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan wakilnya Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution atas sejumlah permasalahan sebelum habis masa jabatannya.
Demonstrasi mahasiswa dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, yang terdiri dari gabungan mahasiswa dari beberapa fakultas Universitas Riau. Peserta aksi juga membawa mobil komando dan sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan mereka.
Pada aksi kali ini, para mahasiswa menyoroti dan mendesak Gubri Syamsuar dan wakilnya untuk menyelesaikan konflik agraria dan karhutla yang ada serta membuka kejelasan terkait konflik lahan pemerintah yang ada di kawasan Universitas Riau.
Koordinator aksi mahasiswa, Muhammad Rafi dalam orasinya juga menuntut dan mendesak Gubri untuk menuntaskan permasalahan infrastruktur jalanan rusak yang ada di Provinsi Riau.
"Menuntut Gubri untuk mengevaluasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada pada Pertamina Hulu Rokan serta menjamin pencairan PI 10% sebelum habis masa jabatannya," ucap M Rafi dalam orasinya.
"Kami mendesak Gubri untuk bersikap tegas dengan mengeluarkan peraturan daerah untuk menolak adanya tindakan LGBT di Provinsi Riau," sambungnya.
Mahasiswa juga mendesak Gubri Syamsuar agar membuka transparansi pengelolaan sistem pendidikan serta menyelesaikan permasalahan angka anak putus sekolah yang tinggi di Riau dan menyelesaikan semua temuan konflik korupsi jual beli bangku di dunia pendidikan Riau sebelum berakhir masa jabatannya.
Korlap aksi menyebut, Gubri harus memberhentikan perusahaan ilegal yang tidak menggunakan IUP dan menindak tegas permasalahan AMDAL yang berdampak pada berupa pengrusakan air, udara, dan tanah yang ada di Riau.
"Mendesak Gubri agar menyelesaikan kasus KKN, korupsi infrastruktur terbengkalai dan kasus dinas-dinas terkait yang bermasalah di Pemprov Riau," tegas M Rafi.
"Kami menuntut Gubri bersama pemerintah Pemprov Riau untuk menyelesaikan segala bentuk yang menjadi janji kampanye dan memberikan solusi konkret dalam menyelesaikan permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Riau seperti, infrastruktur, pendidikan, ekonomi, kesehatan, karhutla serta konflik lahan yang ada di Riau," ucapnya.
Sampai berita ini diturunkan ratusan mahasiswa tersebut masih melakukan orasi dengan pengawalan dari pihak kepolsian, di pintu gerbang dua Kantor Gubernur Riau. ***