Direktur RSUD Sawerigading Akui Ruang Edelweis Rusak, Anggaran Pemeliharaan Belum Dirinci

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB
Direktur RSUD Sawerigading akui ruang Edelweis rusak, anggaran pemeliharaan belum dirinci. (f: Ist)
Direktur RSUD Sawerigading akui ruang Edelweis rusak, anggaran pemeliharaan belum dirinci. (f: Ist)

Di sisi lain, jumlah pasien yang menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) disebut mencapai sekitar 10 hingga 20 pasien hampir setiap hari yang membutuhkan ruang perawatan lanjutan.

"Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur di ruangan pasien kami sedang full (penuh total), dan di saat yang bersamaan terjadi stagnasi (penumpukan) pasien di IGD berada pada angka 10–20 pasien hampir setiap hari yang sangat membutuhkan ruang perawatan lanjutan segera."

Ia menjelaskan bahwa perbaikan menyeluruh hanya dapat dilakukan apabila ruangan dikosongkan selama sekitar tiga hingga lima hari.

"Untuk melakukan perbaikan yang menyeluruh, ruangan tersebut harus dikosongkan selama 3 hingga 5 hari. Demi memprioritaskan keselamatan nyawa dan agar pasien di IGD tidak terlantar, kami dengan berat hati terpaksa menggunakan ruangan tersebut sambil terus melakukan observasi ketat."

Meski mengakui kondisi tersebut mengurangi kenyamanan pasien, Direktur menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.

Menurutnya, tim medis bersama teknisi telah memastikan posisi tempat tidur pasien maupun jalur mobilitas tenaga kesehatan berada pada area yang dinilai aman.

"Kami mengakui bahwa dari sisi kenyamanan, kondisi ini sangat mengganggu dan tidak ideal. Namun, terkait keselamatan, tim medis dan teknisi kami telah memastikan bahwa titik penempatan tempat tidur pasien dan area mobilitas tenaga kesehatan berada pada posisi yang aman dari risiko jatuhnya material atau aliran listrik yang membahayakan."

Dalam jawaban tertulis yang disampaikan melalui Manajemen RSUD Sawerigading Rampoang, Direktur menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan darurat untuk mencegah kerusakan bertambah parah.

Perbaikan permanen, kata dia, belum dapat dilakukan karena membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima hari dengan kondisi ruangan harus dikosongkan terlebih dahulu.

"Langkah konkret kami saat ini adalah melakukan proses perbaikan sementara (penanganan darurat) untuk mencegah kerusakan meluas. Kami belum bisa melakukan perbaikan total karena membutuhkan waktu 3–5 hari dalam kondisi ruangan kosong."

Ia menambahkan, renovasi permanen akan dilaksanakan setelah antrean pasien di IGD mulai berkurang sehingga pasien dapat dipindahkan ke ruang perawatan lain.

"Target perbaikan permanen akan segera dieksekusi begitu antrean pasien di IGD mulai terurai dan kami bisa melakukan rotasi atau memindahkan pasien ke ruangan lain yang kosong."

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, WadahInspirasi.com belum menerima dokumentasi maupun foto proses perbaikan sementara yang disebut telah dilakukan oleh pihak RSUD Sawerigading Rampoang.

Dalam jawaban tertulis yang disampaikan melalui Manajemen RSUD Sawerigading Rampoang kepada WadahInspirasi.com melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 19.41 WITA, Direktur RSUD Sawerigading Rampoang, dr. Iin, menjelaskan bahwa anggaran pemeliharaan rumah sakit disusun sesuai mekanisme pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Anggaran pemeliharaan selalu kami susun dan ajukan sesuai dengan mekanisme perencanaan keuangan BLUD dan termuat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Terkait nominal pasti dan persentase realisasinya, saat ini sedang berjalan dan dikelola secara proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian penjelasan yang disampaikan melalui Manajemen RSUD Sawerigading Rampoang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X