Nestapa Kolet di Siak: Terpaksa Melanjutkan Hidup Sendirian Setelah Sang Isteri Tewas Diterkam Buaya Saat Mencuci Pakaian

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 12 Juni 2026 | 15:59 WIB
Ilustrasi diterkam buaya. (f: int)
Ilustrasi diterkam buaya. (f: int)

 

SIAK SRI INDRAPURA, RIAUSATU.COM - Senja yang biasanya tenang di Dusun Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, mendadak berubah menjadi mencekam pada Kamis (11/6/2026) petang. 

Sebuah tragedi memilukan merenggut kebahagiaan sepasang suami istri dari anak suku Akit Anak Rawa. Kehidupan rumah tangga yang awalnya dipenuhi canda tawa kini berganti duka mendalam yang menyisakan luka menganga bagi sang suami.

Kolet (32) dipaksa takdir untuk mengikhlaskan kepergian belahan jiwanya, Santi (22), untuk selama-lamanya. Perempuan muda yang sangat dicintainya itu mengalami nasib yang begitu tragis dan mengerikan. 

Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, maut datang menjemput Santi dalam wujud seekor predator sungai yang ganas saat ia sedang menyelesaikan aktivitas rumah tangganya.

Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 17.30 WIB, ketika sang surya mulai meredup di ufuk barat. Seperti biasa, Santi beraktivitas di pelantar depan bedeng yang berada persis di tepi Sungai Metas. 

Di atas bilah-bilah kayu pelantar itulah, ia dengan tenang mencuci pakaian, tanpa menyadari ada bahaya besar yang sedang mengintai dari balik pekatnya air sungai.

Secara tak terduga, seekor buaya muara berukuran besar muncul ke permukaan dan menyerang dengan kecepatan kilat.

Hewan reptil ganas tersebut langsung menerkam tubuh Santi yang berada di tepi pelantar, lalu menyeretnya masuk ke dalam kedalaman air. 

Jeritan histeris dan kepanikan hebat langsung memecah kesunyian senja di sekitar kebun sagu tersebut, memicu pencarian darurat oleh warga setempat.

Setelah pencarian menegangkan yang menguras emosi dan tenaga di tengah kegelapan malam, titik terang akhirnya ditemukan. 

Camat Sungai Apit, Tengku Muhtasar, mengonfirmasi bahwa jasad korban berhasil dievakuasi beberapa jam setelah kejadian. Keberadaan Santi terdeteksi tidak jauh dari lokasi awal ia diterkam oleh sang predator.

"Alhamdulillah korban sudah ditemukan tadi malam. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik kejadian dalam keadaan meninggal dunia," ujar Tengku Muhtasar saat dikonfirmasi pada Jum'at (12/6/2026), dilansir riau.go.id

Kepergian Santi yang begitu cepat meninggalkan duka yang teramat dalam bagi keluarga, khususnya komunitas anak suku Akit Anak Rawa di Gang Surya RT 01/RW 03, Dusun II, Kampung Penyengat. 

Almarhumah dikenal sebagai sosok istri yang berbakti, dan kehilangannya menyisakan kekosongan besar di hati Kolet yang kini harus melanjutkan hidup seorang diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Rekomendasi

Terkini

X