Dari Sebuah Komunitas, Laskar Pelaut Sejahtera Pemalang Berubah Jadi Serikat

photo author
Febriyanto RS, Riau Satu
- Senin, 9 Maret 2026 | 10:44 WIB
Pengukuhan pengurus Serikat Pelaut Patih Sampun (SPPS) Pemalang di Balai Rakyat DPRD Pemalang, Sabtu (7/3/2026), yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah serta pelaut migran asal Pemalang. (f: istimewa)
Pengukuhan pengurus Serikat Pelaut Patih Sampun (SPPS) Pemalang di Balai Rakyat DPRD Pemalang, Sabtu (7/3/2026), yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah serta pelaut migran asal Pemalang. (f: istimewa)

PEMALANG, RIAUSATU.COM – Paguyuban Laskar Pelaut Sejahtera (LPS) deklarasikan diri berubah menjadi Serikat Pelaut Patih Sampun (SPPS) Pemalang, dan siap jadi rumah besar perjuangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua Serikat Pelaut Patih Sampun (SPPS) Pemalang, Ronggo Warsito saat acara pengukuhan pengurus SPPS Pemalang di balai rakyat DPRD Pemalang, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Pengukuhan puluhan pengurus dilakukan oleh Bupati Anom Widiyantoro yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Pemalang, Bagus Sutopo.

Tak hanya seremonial, rangkaian pengukuhan itu juga dilakukan penyerahan santunan terhadap 140 anak yatim piatu, bantuan bencana Sumatera-Aceh kepada Lazizmu sebesar Rp10 juta.

Acara dilanjutkan dengan diskusi publik dengan tema solidaritas pelaut migran Pemalang, Perlindungan dan Penegakan Hukum Internasional.

Dalam sambutannya, Ronggo Warsito mengungkapkan, Serikat Pelaut Patih Sampun Pemalang atau laskar pelaut sejahtera merupakan satu-satunya serikat pelaut yang lahir dari semangat juang.

Serikat ini, lanjut dia, lahir bukan dari ruang-ruang elit, bukan dari kepentingan kelompok, melainkan lahir dari pengalaman hidup para pelaut migran serta dari perjuangan mencari nafkah di negeri orang.

”LPS hadir sebagai rumah bersama bagi pelaut migran Pemalang, sebagai wadah untuk saling menguatkan, saling membantu, dan bersama-sama memperjuangkan hak serta martabat para pekerja laut,” ungkapnya.

Warsito menjelaskan, perjalanan LPS bukan perjalanan singkat, selama lebih kurang 27 tahun LPS telah tumbuh dan berkembang bersama para pelaut migran asal Pemalang.

Pada awal masa berdirinya, lanjut dia, masih dalam bentuk paguyuban pelaut migran, sebuah komunitas sederhana yang dibangun atas dasar persaudaraan dan solidaritas sesama anak laut.

”Seiring berkembangnya waktu, paguyuban ini telah memiliki ratusan anggota pelaut migran di Pemalang, berkembang menjadi organisasi yang memiliki tekad kuat dan diakui secara de fakto di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas hadirnya serikat pelaut patih sampun atau laskar pelaut sejahtera di Kabupaten Pemalang.

Anom menyebut, Pemalang sudah memberikan pengaruh besar terhadap pekerja migran terutama di bidang kelautan atau anak buah kapal (ABK) yang telah diakui kompetensinya di beberapa negara.

”Kompetensi pekerja migran kita di sektor kelautan utamanya ABK telah di akui diberbagai negara, dan saat ini kami juga telah menjajaki kerja sama dengan salah satu negara di Eropa untuk memperluas peluang kerja bagi ABK,” terang Anom Widiyantoro saat menyampaikan sambutannya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Pemalang, Aris Ismail. Ia berharap, hadirnya serikat pelaut patih sampun Pemalang dapat memberikan manfaat kepada anggotanya dan kontribusinya kepada pemerintah.*** 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Febriyanto RS

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X