Belasan Rumah di Padang Hanyut Digerus Sungai

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 7 Januari 2026 | 15:13 WIB
Penampakan rumah yang hanya menunggu waktu amblas saat sungai meluap di Komplek Griya Permata 2 Nanggalo, Kota Padang. (f: katasumbar.com)
Penampakan rumah yang hanya menunggu waktu amblas saat sungai meluap di Komplek Griya Permata 2 Nanggalo, Kota Padang. (f: katasumbar.com)

PADANG, RIAUSATU.COM - Kondisi Kompleks Perumahan Griya Permata 2, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, tampak porak-poranda usai diterjang banjir beberapa waktu lalu. Sebanyak 11 rumah hanyut terbawa arus sungai.

Kompleks Griya Permata 2 termasuk salah satu titik yang terdampak parah akibat banjir yang kembali melanda Kota Padang beberapa waktu lalu. Sejak akhir November 2025, kawasan permukiman ini tercatat sudah dua kali dilanda banjir.

Pantauan di lapangan terlihat, selain reruntuhan bangunan yang terbawa arus sungai, lingkungan perumahan juga dipenuhi gundukan lumpur dan tanah sisa banjir.

“Beginilah kondisi kompleks kami sekarang. Lumpur bekas banjir menggunung di mana-mana,” ungkap Eni (48), salah seorang warga terdampak, dilansir katasumbar.com.

Eni bersyukur rumahnya tidak sampai terseret ke sungai. Namun, lumpur yang mengendap di sekitar rumahnya cukup tebal dan menyulitkan aktivitas warga.

Tak hanya itu, sejumlah perabot rumah tangga milik Eni juga hanyut terbawa arus, termasuk sofa yang berada di teras rumah.

“Baru beberapa minggu dibersihkan, banjir kembali naik pada Jumat (2/1/2026). Sofa di teras hanyut, lumpur di dalam rumah setinggi sekitar 20 sentimeter,” jelasnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Ipul. Ia menyebut, kondisi sungai yang semakin melebar kini mengancam permukiman warga yang berada di bantaran.

“Dulu jarak sungai masih jauh dari rumah. Sekarang sudah banyak rumah yang terbawa arus,” terangnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan membangun penahanan tebing untuk mencegah abrasi sungai semakin meluas.

Di lokasi terlihat sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk mengeruk endapan material sungai yang mengalami pendangkalan. Namun, upaya tersebut dinilai belum menjadi solusi jangka panjang.

“Pada banjir kedua, material hasil kerukan kembali mengendap setelah banjir datang. Solusinya harus normalisasi total dan dibangun penahanan tebing,” ujarnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X