JAKARTA, RIAUSATU.COM - Sejumlah ibu melaporkan kasus dugaan penculikan anak oleh orangtua atau parental abduction ke layanan Lapor Mas Wapres. Para ibu berharap, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat membantu mengembalikan anak mereka ke pelukan.
“Mas Gibran, bantu kami menemukan anak kami yang diculik orangtua kandungnya,” kata salah satu ibu korban parental abduction, Angelia Susanto di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2025), seperti dilansir kompas.com.
Mewakili para ibu, Angelia berharap, kasus parental abduction yang dia hadapi dapat menemukan titik terang usai melapor ke Gibran.
“Berharap agar Mas Gibran bisa membantu meluruskan jalan kasus ini dan menganggap serius masalah parental abduction,” jelas dia.
Angelia juga berharap, melalui laporan ini, anak mereka mendapat perlindungan. Apalagi, anak di bawah umur yang dibawa paksa oleh ayahnya tidak bisa mendapat kasih sayang penuh dari kedua orangtua.
Adapun Angelia bersama pelapor lainnya telah mendaftarkan aduan ini ke layanan Lapor Mas Wapres sejak 22 Desember 2024.
“Kita baru bisa datang langsung menyerahkan laporan ke Istana Wakil Presiden hari ini (Selasa, 11 Februari 2025) karena yang lainnya udah penuh,” ungkap Angelia.
Angelia menyampaikan, pelaporan ini mewakili tujuh ibu yang anaknya diduga menjadi korban parental abduction. “Namun yang datang hari ini hanya empat orang karena lainnya takut ada intimidasi dari suami yang menculik anak kandungnya,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah ibu melaporkan kasus dugaan penculikan anak oleh orangtua atau parental abduction ke layanan Lapor Mas Wapres.
Pantauan Kompas.com, Selasa (11/2/2025) siang, sebanyak empat ibu yang mengaku anaknya menjadi korban parental abduction melakukan aksi jalan kaki dari sebuah kafe di Jalan Kebon Sirih Nomor 77 menuju Kompleks Istana Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih Nomor 14 Jakarta Pusat.
Para ibu yang kompak mengenakan baju nuansa merah ini berjalan sambil membawa poster yang menampilkan harapan agar anak mereka kembali.
Poster-poster itu menampilkan foto para ibu dengan sang buah hati yang sudah hilang bertahun-tahun lamanya. "Kembalikan anak kami, kami ibu kandung pemegang hak asuh," bunyi salah satu poster.
Poster lainnya menampilkan harapan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kasus ini. "Tolong beri kami keadilan Pak Kapolri Jenderal Sigit Listyo," bunyi poster lainnya.***